Senin, 23 Juli 2018 09:06 WIB
BJB JULI V 2

Indobisnis

Dongkrak Padi, Luncurkan Pengendali Gulma

Redaktur:

Ilustrasi.

INDOPOS.CO.ID - PT Bayer Indonesia meluncurkan produk herbisida pintar, Council Complete (CC) kepada lebih dari 1.000 petani di daerah Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan (Sulsel). CC herbisida pintar untuk tanaman padi merupakan herbisida unggulan terbaru sangat efektif mengendalikan semua jenis gulma sebelum gulma itu tumbuh (herbisida pra tumbuh) atau mengendalikan semua jenis gulma setelah tumbuh (purna tumbuh).

Team Lead Customer Marketing Manager & Grower Marketing Manager Rice Jarot Warseno, menjelaskan, pihaknya bangga dapat memperkenalkan CC kepada seluruh petani di Indonesia. Itu karena kepintaran CC mampu mengendalikan semua jenis gulma baik gulma rumput-rumputan, gulma teki-tekian dan gulma daun lebar. ”Cukup sekali aplikasi dengan menggunakan CC dengan dosis 0,2 liter per hektare (ha) (atau tanam langsung semprot, Red) mampu mengendalikan semua jenis gulma tanaman padi,” tukas Jarot.

Sidrap dipilih sebagai tempat peluncuran CC karena kota itu merupakan salah satu kota dengan kontribusi besar dalam pencapaian target produksi padi di Sulsel. ”Meski dari tahun ke tahun terjadi peningkatan produksi beras di Sidrap, tapi tidak beda dengan petani padi di berbagai Indonesia. Gulma tetap menjadi masalah petani padi, apalagi ketika akan memasuki musim hujan,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, PT Bayer Indonesia menggelar demo plot dan menargetkan sekitar 1.000 petani untuk dapat mengenal solusi mengatasi gulma, terutama persawahan. Melalui demo plot, para petani menyaksikan bagaimana efektifitas CC dan penggunaan sehingga efektif dalam mengendalikan gulma. ”Banyak petani sangat ingin menggunakan CC ini. Dengan sekali pakai sudah terlihat hasilnya,” aku salah satu petani Sindrap, Taqwa.

CC dapat dipakai pada target gulma Tanam Pindah (Tapin) atau pun Tanam Benih Langsung (Tabela) dan efektif untuk mengatasi gula berdaun sempit dan gulma berdaun lebar maupun gulma teki. Dosis dan aplikasi dapat dilakukan dengan penyemprotan volume tinggi. Di mana, dapat diaplikasikan sebagai herbisida pra tumbuh atau purna tumbuh dengan dosis 0,2 lper ha. Waktu aplikasi 0-6 hari setelah tanam (tanam langsung semprot), dengan kondisi air di lahan macak-macak dan pertahankan selama seminggu. Untuk penggunaan nozzle, disarankan untuk menggunakan nozzle kipas. (bgy/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #padi #bisnis 

Berita Terkait

IKLAN