Senin, 19 November 2018 12:08 WIB
pmk

Fokus

NU Larang Perempuan Indonesia Mengikuti Gerakan Radikal

Redaktur: Redjo Prahananda

INDOPOS.CO.ID - Aksi serangan bom bunuh diri di tiga gereja Surabaya, pada Minggu (13/5) pagi. Mendapat kecaman dari berbagai kalangan, karena salah satu terduga pelaku seorang perempuan

Anggota Fatayat NU, Wahidah Suaib, mengaku miris atas kejadian tersebut. Menurut dja, peremuan merupakan simbol perdamaian, bukan sebagai pemecah belah bangsa. Dia cemas. kejadian mencederai kontribus perempuan dalam membangun demokrasi bangsa.

"Sangat miris, karena perempuan itu simbol perdamaian kemudian  perempuan di manfaatkan untuk untuk menjadi pemecah belah bangsa," ujar Wahidah Suaib di Kantor Pusat Bawaslu, Jakarta, Minggu (13/5).

"Saya rasa itu udah bisa menyalahi dari sejatinya perempuan, yang paling di khwatirkan karna sudah sangat berkontribusi untuk pembangunan demokrasi indonesia," jelasnya.

Mantan Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu itu mengimbau, pada perempuan tanah air agar tidak mudah terhasut dan lebih baik tetap mengeratkan kebersamaan antar sesama. "Jalin sinergi elemen penguat bangsa, perekat keberagamaan jangan mudah terprovokasi, yang sesat dan tidak menghargai kemanuasian," tukas Wahidah Suaib. (rej)


TOPIK BERITA TERKAIT: #bom-gereja-gpps-arjuno #bom-gereja-santa-maria #bom-gereja-surabaya 

Berita Terkait

IKLAN