Selasa, 20 November 2018 01:07 WIB
pmk

Fokus

KPP RI Kutuk Keras Aksi Keji Bom di Surabaya

Redaktur: Redjo Prahananda

INDOPOS.CO.ID - Ketua Presidium Kaukus Perempuan Parlemen (KPP) RI Gusti Kanjeng Ratu (G.K.R.) Hemas mengatakan dalam sepekan ini bangsa Indonesia terus mendapat cobaan, ujian, berupa teror dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. 

”Belum kering air mata keluarga anggota Polri yang gugur di Rumah Tahanan Salemba Mako Brimob dan kini bangsa Indonesia kembali dikejutkan pemboman di Surabaya dalam waktu hampir bersamaan,” ujar G.K.R. Hemas di Jakarta (13/5). 

Hemas mengatakan terkait tragedi tersebut anggota perempuan DPR dan anggota perempuan DPD RI yang tergabung dalam Kaukus Perempuan Parlemen (KPP) RI mengutuk keras aksi keji pemboman yang dilakukan oleh pihak manapun yang terjadi di 3 gereja di Surabaya, Jawa Timur. 

Tindakan yang dilakukan oleh pelaku beserta jaringannya tidak dapat dibenarkan dari sisi kemanusiaan, hukum, bahkan agama sekalipun. 

”Ikut berduka mendalam kepada korban yang meninggal dan terluka. Semoga keluarga korban yang meninggal diberi ketabahan dan kekuatan, serta korban yang terluka segera mendapat pengobatan yang semestinya dan segera pulih kembali,” ucapnya. 

KPP RI mendukung aparat keamanan dan penegak hukum untuk memburu dan menangkap pelaku, aktor intelektual, beserta jaringan. Mereka harus mendapatkan hukuman sesuai aturan berlakj

KPPMeminta pula kepada Pemerintah dan aparat keamanan untuk menjaga keamanan dan ketenangan masyarakat di seluruh wilayah NKRI, khususnya di obyek-obyek vital, tempat keramaian, dan tempat ibadah. 

”Mendukung tindakan yang dilakukan Pemerintah dan aparat keamanan untuk menciptakan rasa aman, serta para intelijen dapat bekerja lebih maksimal untuk menghindari kejadian berulang di kemudian hari,” ungkap istri Raja Yogyakarta

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat makin meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing dan sekitarnya. Saling menjaga diri dan keluarga, dan melaporkan kepada aparat keamanan jika terdapat hal-hal yang mencurigakan. 
 
Menurut Hemas, rakyat harus tetap tenang, tidak takut dengan aksi teror, dan bersatu melawan segala bentuk aksi terorisme. Pemerintah harus meningkatkan pembinaan dan penyuluhan bahaya terorisme dan radikalisme di semua lini.

”Negara tidak boleh kalah dengan teror dan terorisme, karena Negara harus melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia,” cetus dia.(dni)


TOPIK BERITA TERKAIT: #bom-gereja-gpps-arjuno #bom-gereja-santa-maria #bom-gereja-surabaya 

Berita Terkait

IKLAN