Kamis, 20 September 2018 03:54 WIB
pmk

Fokus

Pengamanan Diperketat, Gereja di Banjarmasin Pasang 12 CCTV

Redaktur: Juni Armanto

INDOPOS.CO.ID - Dampak aksi teror bom bunuh diri di Surabaya, Jawa Timur juga berimbas ke wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel). Dua ekor anjing terlatih dari Unit Satwa K 9 Ditshabara Polda Kalsel terpaksa diturunkan ke Gereja Katedral Banjarmasin, Minggu (13/5) sore.  Tindakan ini demi pengamanan pasca ledakan bom di Surabaya yang menewaskan belasan orang.

Minggu sore memang masih ada dua kegiatan ibadah yang dilaksanakan di gereja yang terletak di jantung kota Banjarmasin itu, yakni Misa Minggu pukul 18.00 dan pukul 20.00 Wita.

antisipasi-Aparat keamanan menerjunkan sejumlah pasukan beserta anjing pelacak di Gereja Paroki Katedral Keluarga Kudus (Gereja Batu) Banjarmasin, Kalsel, Minggu (13/5) sore. Foto: Wahyu Ramadhan/Radar Banjarmasin/jpg

 

Salah seorang jemaat, Agus mengaku dirinya sempat ketakutan setelah adanya kejadian di Surabaya pada pagi hari. Adanya aparat Kepolisian ke gereja, setidaknya membuat dirinya nyaman dan tak risau menjalankan ibadah. ”Sempat was-was juga atas kejadian di Surabaya. Tapi sekarang sudah tenang,” ujar Agus yang datang bersama orang tuanya.

Kehadiran aparat Kepolisian tak hanya berjaga di depan pintu masuk. Namun, melakukan sterilisasi di beberapa area, termasuk di dalam gereja. Semua jemaat yang ingin masuk ke dalam gereja, harus diperiksa dengan metal detektor. ”Mudah-mudahan kejadian di Surabaya tak terulang lagi. baik di Banjarmasin maupun di daerah lain,” harap Agus.

Sementara, Pendeta Gereja Katederal Banjarmasin Romo Cosmas MSF  meyakini, keamanan di Kalsel, khususnya di Gereka Katedral Banjarmasin  berjalan aman dan damai. ”Saya prihatin dengan kejadian di Surabaya. Semoga tak terjadi lagi di manapun di dunia ini,” harapnya.

Mengantisipasi kejadian yang tak diinginkan, pihaknya akan melakukan penjagaan ketat terhadap semua orang yang masuk ke gereja. Ini termasuk mengaktifkan kamera pengintai di sejumlah titik. ”Ada 12 kamera pengintai yang kami aktifkan. Sebelum jemaat masuk ke dalam gereja, pemeriksaan terlebih dahulu dilakukan di luar,” tegas Romo Cosmas.

Menanggapi kejadian di Surabaya, dia mengutuk keras tindakan pelaku yang membuat keamanan negeri ini terganggu. ”Kami prihatin, yang jadi korban adalah orang-orang kami. Kami berharap kejadian ini tak terulang lagi,” harapnya.

Sementara itu, Kanit Sosbud Sat Intel Polresta Banjarmasin, Iptu Wayan Widana menerangkan, pengamanan terhadap gereja sendiri bukan hanya dilakukan saat ada insiden, tetapi rutin dilakukan setiap hari dan tiap hari besar.

”Memang kejadian di Surabaya pagi tadi, kemanan semakin diperketat. Setiap gereja di Banjarmasin dilakukan sterilisasi untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan,” ujar Wayan sembari menyebut, ada 20 personel yang diturunkan melakukan sterilisasi. (mof/ay/ran/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #bom-gereja-gpps-arjuno #bom-gereja-santa-maria #bom-gereja-surabaya 

Berita Terkait

IKLAN