Kamis, 20 September 2018 11:44 WIB
pmk

Politik

Idaman Pilih PAN karena Senada dan Seirama

Redaktur:

GABUNG-Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan bersama Ketua Umum Partai Idaman Rhoma Irama dan para kader serta pendukungnya hadir saat Deklarasi Bersama, di Royal Kuningan, Jakarta, Sabtu (12/5). CHARLIE LOPULUA/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Partai Idaman tak ingin menjadi penonton dalam helatan Pemilu 2019. Parpol yang dinakhodai Rhoma Irama itu memilih bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN).  Sekretaris Jenderal (Sekjen) PAN, Eddy Soeparno mengatakan, ada beberapa kesepakatan yang dicapai antara Partai Idaman dan PAN. Namun, tidak akan membeberkan ke publik.

”Ada beberapa kesepakatan yang kami capai dengan Partai Idaman yang tidak bisa kami kemukakan. Tapi lihat saja nanti program kami bersama akan menunjukkan arah politik PAN di 2019,” kata Eddy di Royal Kuningan Hotel, Jakarta Selatan, Sabtu (12/5).

Saat diminta penegasan apakah kesepakatan bergabung ini karena sama-sama tidak mendukung Jokowi, Eddy tidak ingin menjawabnya. ”Saya tidak bisa membuka kesepakatan itu, karena itu bukan untuk publik,” ujarnya.

Diamini Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan. Dia menuturkan, Partai Idaman telah resmi mendeklarasikan diri bergabung dengan PAN. ”Beliau (Rhoma Irama, Red) legenda musik, legenda seniman Indonesia. Dulu waktu kecil hanya bisa melihat Bang Haji dari jauh. Tapi, saya hari ini bisa bersanding dengan Bang Haji,” ujar Zulkifli di lokasi yang sama.

Dia mengatakan, seluruh desa, kecamatan, kabupaten/kota hingga provinsi ada Partai Idaman. Selain itu, kepopuleran Rhoma di akar rumput juga menjadi modal penting bagi PAN dan Idaman melakukan penggalangan masyarakat. ”Itu penting. Tapi, lebih penting dari apa pun itu adalah kepercayaan yakni kepercayaan Partai Idaman, kepercayaan legenda musik Indonesia, memilih gabung PAN itulah yang tidak ternilai,” katanya.

Zulkifli berharap ini sebagai tanda-tanda kinerja PAN direspons positif publik, partai, tokoh-tokoh dan masyarakat Indonesia. ”Ini tanda kami harus kerja lebih baik,” tegasnya.

Zulkifli menegaskan bahwa pihaknya tidak minta apa pun dalam menerima kehadiran Partai Idaman untuk bergabung. ”Tidak ada transaksi apa pun. Tapi, keikhlasan dan ketulusan semata-mata untuk Indonesia yang lebih baik,” ujarnya.

Menurut Zulkifli, transaksinya adalah visi yang sama dalam membela rakyat, umat, serta demi kepentingan bangsa dan negara. ”Jadi, tidak ada biaya sama sekali. Kami tidak bicara, sudah terbukti, koalisi bersama PAN tidak ada transaksional,” katanya.

Zulkifli mengatakan, politik transaksional hanya akan menghancurkan negeri ini. PAN dan Idaman mengajak rakyat supaya tidak dihinakan, ditipu, diberi sembako untuk memilih kemudian ditinggalkan. ”Visi misi kami sama dengan Bang Haji. Jangan mau rakyat dikasih sembako, jangan mau lagi dihina dan diadu-adu. Kedaulatan di tangan rakyat,” katanya.

Sementara, Rhoma Irama saat pidato politiknya menjelaskan, meskipun Partai Idaman tidak diluluskan KPU sebagai peserta pemilu, tetap akan turut serta aktif dalam proses pileg dan pilpres 2019. Rhoma memutuskan akan berkoalisi dengan partai yang sejalan, senada, seirama. Saat itu, ujar Rhoma, Partai Idaman didatangi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kemudian juga bertemu dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. ”Bertemulah titik-titik kesepakatan yang ideal buat kami berdua. Oleh karena itu, pilihan kami jatuh kepada PAN,” ungkap Rhoma.

Dia mengatakan kesepakatan-kesepakatan itu akan ditaati bersama. Sebab, PAN Idaman Rakyat ingin mengembalikan Indonesia kepada kedaulatan. ”Bukan hanya slogan belaka, tapi terimplementasi dalam kehidupan bangsa dan negara,” tutup Rhoma. (aen)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pan #partai-idaman #pemilu-2019 

Berita Terkait

IKLAN