Rabu, 18 Juli 2018 12:37 WIB
bjb juli

Nusantara

Efek Bom di Surabaya, Polda Aceh Tingkatkan Kewaspadaan

Redaktur:

AMANKAN GEREJA- Unit K9 Polda Sulut kerahkan anjing pelacak untuk mendeteksi adanya benda-benda mencurigakan jelang ibadah sore di Gereja Katedral Hati Tersuci Mari, Manado, Sulawesi Utara, Minggu (13/5). REZA MANGANTAR/ MANADO POST

INDOPOS.CO.ID - Polda Aceh memerintahkan seluruh jajarannya untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul aksi bom bunuh diri di Surabaya. Seluruh Polres diharapkan tetap memelihara kondisi aman dan kondusif di wilayah hukumnya. ”Kegiatan pengamanan pada objek apapun sudah dilaksanakan dengan baik dan lebih ditingkatkan lagi," ujar Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Misbahul Munauwar , Minggu (13/5).

Ia juga menyatakan, kondisi Aceh saat ini aman dan kondusif. Kendati demikian, pihaknya sudah meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi gangguan keamanan. ”Yang amankan personel Polres masing-masing, bila dibutuhkan baru kita kirim pasukan tambahan, saat ini masih bisa ditangani oleh personel yang ada tiap daerah,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, Ia juga menghimbau pada masyarakat, bila ada warga yang mencurigakan segara laporkan ke polisi setempat. ”Mari sama-sama kita jaga kondisi yang aman ini,” tutupnya.

Sementara itu di tempat terpisah, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengutuk aksi peledakan bom di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, Minggu. "NU mengutuk keras tindakan itu. Penggunaan kekerasaan dalam kawasan damai, bukan perang, adalah kejahatan dan apa pun alasannya tidak dapat dibenarkan," kata Ketua PBNU bidang Hukum Robikin Emhas, via pesan WhatsApp Minggu (13/5).

Robikin menyebut, kekerasan, apalagi teror, radikal dan tindakan ekstrem lainnya adalah bertentangan dengan agama Islam dan bertentangan dengan perilaku Nabi Muhammad SAW. ”Nabi Muhammad tidak pernah melakukan atau mentoleransi sikap ekstrem dan radikal.  Tidak boleh ada kekerasan dalam agama, tidak ada agama di dalam kekerasan. Artinya, kalau ada kekerasan berarti itu bukan agama,” cetusnya.

Robikin menyatakan NU turut belasungkawa kepada para korban dan keluarganya serta mendoakan mereka diberi kekuatan dan ketabahan. Ia mengatakan segala bentuk teror dimaksudkan menebar rasa takut di masyarakat yang selanjutnya dikelola untuk kepentingan sepihak pembuat teror.

Namun, ia yakin aksi terorisme tidak akan membuat gentar rakyat Indonesia yang memiliki sejarah perjuangan yang panjang dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. "Saya percaya jiwa patriotik bangsa Indonesia tidak permah padam. Perlawanan terhadap kolonialisme dengan bambu runcing di era prakemerdekaan adalah bukti tak terbantahkan. Apalagi sekadar teror bom oleh mereka yang berjiwa hipokrit," katanya.

Ia mengajak segenap pihak untuk memberi dukungan kepada Polri untuk secara profesioanal dan berintegritas mengungkap tuntas pelaku dan motif peledakan bom tersebut. (ibi/mai/dni)


TOPIK BERITA TERKAIT: #bom-gereja-surabaya #terorisme 

Berita Terkait

IKLAN