Senin, 16 Juli 2018 07:25 WIB
bjb juli

Headline

Siaga Satu dari Polda Hingga Pospol

Redaktur:

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono.

INDOPOS.CO.ID - Status siaga satu di Jakarta, Depok, Bekasi, dan Tangerang masih tersematkan oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis hingga Senin (13/5) kemarin. Status berlaku mulai Polda - Pospol. 

Mantan Kepala Densus 88 itu memerintahkan supaya pengamanan di tiap Polres hingga Pospol ditingkatkan. "Harus ditingkatkan lebih dan lebih setelah aksi teror Surabaya," tegasnya singkat di Mapolda Metro Jaya. 

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengungkapkan, pihaknya memerintahkan kepada petugas harus lebih ketat mengawasi siapapun yang masuk ke markas kepolisian. Termasuk Polda, sambungnya. "Intinya, siaga satu oleh kepolisian ini adalah meningkatkan kewaspadaan," terangnya. 

Polisi perwira menengah itu menyebutkan, misalnya seperti di pintu masuk Polda, petugas dengan senjata laras panjang bakal ditempatkan. Seluruh pengunjung di markas kepolisian harus membuka jaket dan tas di depan petugas jaga.

Selain diperkuat di tiap markas kepolisian, Argo mengungkapkan, jika anggota kepolisian juga disiagakan di objek vital yang ada, selain di tempat ibadah. Meski telah berstatus siaga satu, dia menyampaikan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir untuk beraktivitas. 

Patroli pun menurut dia, akan ditingkatkan. "Nanti kami juga akan memperkuat dengan patroli. Kami intensif kan kegiatan itu. Objek vital hingga tempat-tempat ibadah akan disorot dengan penjagaan hingga pengecekan," beber Argo. 

Sementara dari Sidoarjo dilaporkan, polisi bergerak melakukan upaya pengejaran terduga teroris di Sidoarjo. Dan sepanjang hari kemarin (14/5), polisi mengamankan lima orang dari Kota Delta. Satu diantaranya ditembak mati.

Terduga teroris yang ditembak mati itu adalah Budhi Satrijo. Pria 48 tahun tersebut ditembak pasukan detasemen khusus antiteror (Densus) 88 di rumahnya di  Puri Maharani A4 nomor11, Masangan Wetan, Sukodono, Sidoarjo. Budhi digerebek beberapa saat sepulang mengantarkan istrinya kerja.

”Tadi beliau keluar mengantarkan istrinya sekitar pukul 05.30. Setelah pulang lalu ada tim densus ke sini,” kata Sigit Priyadi, tetangga yang rumahnya bersebelahan dengan kediaman Budhi. Densus 88 melakukan penggerebekan sekitar pukul 07.30. Saat itu, tak banyak orang mengetahui. Hanya ada dua tetangga Budhi lainnya yang kebetulan ada di dekat rumah pria kelahiran Surabaya tersebut. Salah satunya Ari Mengah Mbewa.

Tim Densus 88 lantas memintanya menjauh. ”Tak berselang lama lalu terdengar tembakan,” ungkap Ari. Awalnya ada dua tembakan. Selang beberapa saat terdengar lagi satu tembakan. Ternyata tembakan itu diarahkan ke Budhi. Dia ditembak lantaran diduga melawan saat digerebek. Sekitar pukul 09.30, jenazah Budhi yang dimasukkan kantong mayat dibawa sebuah ambulans ke RS Bhayangkara, Surabaya.

Nah, ketika terjadi penggerebekan di rumah Budhi, tim Densus 88 juga melakukan aksi serupa di wilayah Sidoarjo. Tepatanya di Urangagung, Sidoarjo. Waktu penggerebekan pun bersamaan dengan penggerebekan di rumah Budhi.

Dari Urangagung, polisi mengamankan empat terduga teroris. Dua laki-laki dan dua perempuan. Mereka mengontrak di sebuah rumah yang terletak di tengah perkampungan warga. Nasib mereka jauh lebih baik dibanding Budhi. Sebab, keempatnya ditangkap dalam kondisi hidup-hidup.

Empat terduga teroris di Urangagung itu antara lain Agus Widodo, Ilham, Betty Rienawati Brojo, dan Damayanti. Betty dan Agus disebut merupakan pasangan istri. Sedang, dua nama lainnya merupakan kawan keduanya. Mereka semuanya warga luar Sidoarjo. Betty informasinya sedang hamil muda.

”Langkah ini merupakan rangkaian dari kejadian di Taman (Sidoarjo, red). Dari langkah ini kami mengamankan beberapa orang dari Urangagung dan Sukodono,” terang Kapolresta Sidoarjo Kombespol Himawan Bayu Aji saat ditemui selepas penggerebak di Urangagung.

Kejadian di Taman yang dimaksud Himawan tidak lain adalah ledakan bom rakitan di Rusunawa Wonocolo, Taman, Sidoarjo, Minggu malam (13/5). Tiga anggota keluarga terduga teroris meninggal dalam peristiwa di Rusunawa Wonocolo tersebut. Dari kejadian di Rusunawa Wonocolo tersebut, Densus 88 lantas menyisir nama-nama yang dicurigai bagian dari jaringan itu. (fim/sam/jpg) 


TOPIK BERITA TERKAIT: #terorisme #teror-bom 

Berita Terkait

IKLAN