Senin, 15 Oktober 2018 06:04 WIB
pmk

Liga Indonesia

Petrovic Resmi Jadi Pelatih Kepala Arema FC

Redaktur:

Milan Petrovic di sela-sela memimpin latihan di Agrowisata Resort, Kota Batu, Malang. RADAR MALANG

INDOPOS.CO.ID – Sejak didatangkan pada 4 April lalu, Milan Petrovic diplot sebagai asisten pelatih untuk mem-back up Joko ”Gethuk” Susilo. Tapi, mulai kemarin (14/5) kondisinya berubah. Pelatih berkebangsaan Serbia itu dipercaya sebagai pelatih kepala.

Perubahan susunan kepelatihan ini disampikan General Manager Arema FC Ruddy Widodo pada sesi jumpa pers di kantor Arema FC siang kemarin. ”Mulai hari ini (kemarin, Red), kami memberhentikan Joko Susilo sebagai pelatih kepala Arema FC,” kata Ruddy.

Keputusan itu diambil setelah serangkaian hasil buruk yang diraih tim berjuluk Singo Edan ini. Hingga pekan ke-8 Liga 1 musim ini, Dendi dkk hanya mampu mengemas 6 poin dari sekali kemenangan, tiga kali seri, dan menelan empat kekalahan.

Akibatnya, Arema FC kini terdampar di posisi juru kunci klasemen sementara Liga 1. Memang, musim kompetisi 2018 masih panjang. Masih ada 26 pertandingan lagi yang harus dimainkan. Tapi bila dibiarkan, manajemen khawatir Arema FC makin terpuruk.

”Sampai pekan ke-8 ini, ada banyak poin yang hilang di rumah (saat bermain di Stadion Kanjuruhan, Red). Itu jadi bahan evaluasi manajemen. Karena itu, kami mengangkat Milan Petrovic sebagai pelatih Arema FC,” kata dia.

Tapi, meski memberhentikan Gethuk sebagai pelatih kepala, manajemen tidak lantas mendepaknya dari skuad Arema FC. Gethuk kembali ke posisi yang pernah diembannya awal musim 2017 lalu, yakni asisten pelatih. ”Tak hanya itu, sebagai penghormatan, dia juga akan kembali sebagai direktur teknik akademi,” lanjutnya.

Ada banyak pertimbangan yang menjadi dasar bagi manajemen untuk mempertahankan Gethuk dalam tim. Salah satunya karena manajemen menilai bahwa Milan belum cukup memiliki pengalaman melatih di Indonesia.

Ya, bagi Milan, Arema FC adalah klub Indonesia pertama yang dilatihnya. ”Sepak bola memang menggunakan bahasa universal. Tapi sepak bola di Indonesia ini unik,” terang Ruddy. Nah, Gethuk yang punya jam terbang tinggi di persepakbolaan tanah air, baik sebagai pemain maupun pelatih, bisa membantu proses adaptasi Milan. ”Milan mungkin tidak tahu ada tim seperti Perseru Serui. Karena itu, kami merasa bahwa Gethuk dibutuhkan untuk mendampingi,” ujar Ruddy.

Selain itu, Gethuk bisa dibilang merupakan ikon Arema. Saat ini, tak ada orang lain dengan catatan karir bersama Arema yang paling panjang selain Gethuk. Seperti diketahui, sebagai pemain, Gethuk tercatat dua periode membela Singo Edan. Periode pertama terjadi pada 1992–1995, dan periode kedua antara tahun 1998–2003. Setelah gantung sepatu pada tahun 2004, Gethuk dipercaya menjadi pelatih akademi Arema. Hingga kemudian, sejak 2007 dia naik ke tim senior sebagai asisten pelatih. Karir Gethuk berlangsung awet hingga saat ini.

Ruddy percaya, Milan-Gethuk akan menjadi kombinasi pas bagi Arema FC untuk mengarungi laga-laga Liga 1 maupun Piala Indonesia. Bila melihat lisensi kepelatihannya, Milan punya kualitas. Pria berusia 58 tahun itu memegang lisensi UEFA Pro sejak 2012. Ini merupakan level lisensi kepelatihan  tertinggi di Eropa.

Sebelum bergabung dengan Arema FC pun Milan menangani sejumlah tim yang diisi pemain-pemain muda. Dia pernah melatih tim U-21 Olimpija, klub elit Liga Slovenia. Lalu, pernah juga menangani NSA Sloven U-20. Melihat rekam jejaknya itu, Milan dinilai cocok melatih Arema FC yang diisi banyak pemain muda.

Lalu, bisakah Milan menjawab tantangan yang diberikan itu, serta membuktikan kualitasnya untuk Arema FC?  Milan mengakui bahwa Arema FC sedang dalam kondisi yang kurang bagus. ”Kami tahu (situasinya kurang bagus), dan kami akan bicarakan mengenai situasi dan banyak hal di Arema. Kami ingin mengubah sesuatu,” kata dia.

Eks pemain Olimpija Ljubljana itu belum mau mengungkap detail rencananya untuk Arema FC. Tapi yang jelas, dia punya komitmen besar untuk Arema FC. ”Saya pikir beberapa hari ke depan kami tetap akan kerja sama secara normal dan mencoba menemukan jalan keluar," terangnya.

Target paling dekat adalah laga melawan Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Jumat (18/5). Sebagaimana Arema FC, Bali United juga tengah terseok-seok di Liga 1 karena baru meraih dua kemenangan dari delapan laga. Mampukah Milan? (gg/c1/muf)


TOPIK BERITA TERKAIT: #arema-fc 

Berita Terkait

Dijamu PSM, Arema Tetap Fight Tanpa Aremania

Liga Indonesia

Hukuman Tanpa Penonton, Arema FC Legowo

Liga Indonesia

Robert Siap Redam Ambisi Milan

Liga Indonesia

Jumpa PSM, Arema Percaya Diri karena Rekor Pertemuan

Liga Indonesia

Ke Makassar, Bisa Jadi Laga Away Tersulit Arema

Liga Indonesia

Bila Laga Home Arema FC Tanpa Penonton

Liga Indonesia

IKLAN