Jumat, 14 Desember 2018 08:23 WIB

Jakarta Raya

PSK Orientasi Seks Sadis Ditangkap

Redaktur:

MEGAH - Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, yang menjadi lokasi kasus prostitusi. ISMAIL POHAN/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Polis menangkap pelaku prostitusi online dengan orientasi seks sadisme. Pelaku perempuan berinisial NYM, 32, ditangkap di salah satu unit kamar di Apartemen Kalibata City Jalan Kalibata Raya Jakarta Selatan.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Pol Dani Kustoni menjelaskan, dalam penangkapan itu pihaknya menyita berbagai barang bukti yang diantaranya beberapa lembar alat kontrasepsi jenis kondom, rantai anjing, penggaris kayu, satu box lilin, tali jemuran, bra, celana dalam, lingerie, kotak tisue, lakban, dua unit ponsel merk Oppo dan Xiomi.

Dijelaskannya, penangkapan berawal dari pihaknya yang menemukan akun twitter dengan nama  @Onek_lemot atau Mist Clara Mabiez. Pelaku menjajakan dirinya melalui akun twitternya dengan penawaran pelanggannya dapat melakukan kekerasan seksual terhadap dirinya.

Di akun twitter pelaku juga dicantumkan nomor WhatsApp (WA). Setiap ada pria yang tertarik maka dipersilakan mengirim pesan melalui WA atau Direct Message (DM) ke akun twitter pelaku.

"Setelah kami selidiki akun yang bersangkutan ini yang ternyata berisi beberapa konten pornografi," ujar Dani di Markas Direktora Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Jalan Cideng Gambir Jakarta Pusat, Senin (14/5).

Selanjutnya polisi yang menyamar berpura-pura membookingnya. Setelah terbukti barulah dilakukan penangkapan.

Dani menambahkan, dari akun tersebut diketahui pelaku melakukan 1.964 postingan dengan sedikitnya 354 gambar foto dan  video yang menunjukan pelaku dan pelanggannya menerapkan orientasi seks sadis, yakni orientasi seksual Bondage Domination Sadism and Masochism (BDSM).

"Jadi pelaku ini melakukan hubungan seks menyimpang dengan cara mengikat pelanggannya dengan tali jemuran, melakban seluruh tubuhnya, menginjak alat kelamin, meneteskan cairan lilin panas ke tubuh pelanggan bahkan meminum air seni atau golden shower," bebernya.

Diungkap Dani pula, pelaku mematok tarif short time Rp 800 ribu untuk seks normal, dan Rp 1,3 juta untuk pelayanan jasa cabul pola BDSM.  "Lokasi prakteknya di Apartemen Kalibata City Tower Flamboyan itu atau di lokasi penangkapannya," terang Dani.

Ditegaskan Dani, pihakya menjerat pelaku dengan Pasal 29 juncto Pasal 4 ayat (1), Pasal 30 juncto Pasal 4 ayat (2) UU Nomor 19 tahun 2008 tentang pornografi dan/atau Pasal 45 ayat (1) juncto Pasal 26 ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang  Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Kepada penyidik NYM sendiri mengaku awalnya hanya iseng-iseng saja melakukan hubungan seksual tak lazim itu. Namun belakangan banyak pria yang menawar dirinya.

"Iseng, tapi lama-lama banyak yang nanyain," ujar NYM yang berkulit putih mulus ini.

NYM yang janda dengan dua anak yang masih duduk di bangku SD dan SMP ini mengaku sudah membuka jasa prostitusi sejak 2016 melalui Twitter. Namun, khusus pelayanan BDSM  baru dijalaninya setahun terakhir.

"Pelanggan saya itu rata-rata orang kalangan menengah ke atas. Kalau jumlah pelanggan lupa, tapi ratusan. Yang jelas pekerjaan ini saya lakukan demi menghidupi dua anak saya yang dirawat ibu saya. Saya ini single parent. Sebelumnya saya pernah kerja sebagai SPG rokok dan SPG kosmetik," pungkasnya. (ind)


TOPIK BERITA TERKAIT: #prostitusi #kriminal 

Berita Terkait

Lahan Perkebunan Dikorupsi Rp1 M

Nusantara

15 Muda-Mudi Mesum Diamankan

Nasional

Polisi Bekuk Bandar Pil Koplo di Kalangan Pelajar

Nusantara

1.109 Truk Ditindak

Nusantara

4.925 Butir Ekstasi Disimpan Dikosan

Nusantara

Pelajar SMA Simpan Sabu

Nasional

IKLAN