Rabu, 15 Agustus 2018 07:29 WIB
pmk

Internasional

Jepang Ulur Perdamaian Semenanjung Korea

Redaktur:

ORASI - Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe memberi isyarat saat dia menjawab pertanyaan selama sesi komite anggaran di majelis rendah di parlemen di Tokyo pada 14 Mei 2018. AFP PHOTO / KAZUHIRO NOGI

INDOPOS.CO.ID - Korea Utara mengklaim bahwa penculikan yang dilakukan semasa Perang Dingin terhadap warga Jepang telah diselesaikan.

Dimuat kantor berita Korea Utara yang dikelola negara, KCNA, Korea Utara mengecam desakan Jepang yang menyebut tidak akan menormalkan hubungan diplomatik dengan Korea Utara sampai menyelesaikan masalah penculikan belasna warga Jepang oleh Korea Utara antara tahun 1970an dan 1980an.

Korea Utara menuduh Jepang berusaha menghancurkan kemajuan terakhir menuju denuklirisasi semenanjung Korea.

"Kaum reaksioner Jepang menghipnotis masalah penculikan, yang sudah diselesaikan," begitu keterangan yang dimuat KCNA seperti dimuat The Guardian.

"Ini hanya perilaku yang kejam dan bodoh untuk membendung tren perdamaian di semenanjung Korea dengan biaya apapun meskipun dengan suara bulat dipuji oleh masyarakat internasional," sambung keterangan yang sama.

Dalam media yang sama disebut bahwa saat seluruh dunia secara aktif mendukung dan menyambut KTT Korea Utara-Amerika Serikat mendatang, hanya Jepang yang bergerak melawan tren. (mel/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #korea-utara 

Berita Terkait

IKLAN