Selasa, 25 September 2018 04:56 WIB
pmk

Ekonomi

Bukaka Kebut Pengerjaan Tol Japek

Redaktur:

TANCAP GAS-Direktur Bukaka Saptiastuti Hapsari (kanan) kala menjelaskan proyek perusahaan.

INDOPOS.CO.ID - PT Bukaka Teknik Utama (BUKK) tahun ini mengalokan belanja modal atau capital expenditure (capex) sejumlah Rp 1 triliun. Anggaran itu untuk mengebut sejumlah proyek. Terutama Tol Jakarta-Cikampek Elevated II dan Bundling Contract III.

Dan, hingga saat ini, alokasi belanja modal tersebut telah terserap sejumlah Rp 118 miliar. Sumber dana capex berasal dari kas internal dan pinjaman perbankan. "Alokasi belanja modal tahun ini lebih besar dari tahun lalu di kisaran Rp 900 miliar," tutur Direktur Bukaka Affifuddin Suhaeli Kalla, di Jakarta, Senin (14/5).

Afif menyebut dari 17 proyek tengah digarap Bukaka, ada dua proyek utama bernilai kontrak terbesar, yaitu Tol Jakarta-Cikampek Elevated II senilai Rp 2,95 triliun dan Bundling Contract III senilai Rp 1,19 triliun. Proyeksi kontrak tahun ini mencapai Rp 7,92 triliun. Pada kuartal pertama telah terealisasi senilai Rp 7,04 triliun. Sisa kontrak akhir tahun lalu sejumlah Rp 6,31 triliun. "Kontrak baru tahun ini tercatat Rp 723,7 miliar," imbuh Afif.

Laba bersih tahun berjalan kuartal pertama Rp 88,03 miliar, meningkat dari edisi sama 2017 senilai Rp 38,99 miliar. Lalu, laba per saham perusahaan terakumulasi Rp 33 per lembar. Sepanjang tahun ini, laba bersih diproyeksi sebesar Rp 200 miliar. Proyeksi itu naik 20,72 persen dibanding koleksi tahun lalu Rp 165,67 miliar.

Capaian laba bersih itu didorong lonjakan pendapatan perseroan yang diperkirakan mencapai Rp 4,52 triliun. Maklum, hingga Maret 2018 penjualan sudah mencapai Rp 786,78 miliar atau 17,39 persen dari target sepanjang tahun ini. Penjualan itu berasal dari Bukaka induk senilai Rp 763,81 miliar dan dari anak-anak usaha sebesar Rp 22,97 miliar.

Kalau kontrak baru perusahaan pada kuartal pertama tahun ini telah mencapai sebesar Rp 7,03 triliun, meningkat 88,82 persen dari target tahun ini sebesar Rp 7,92 triliun. Dan, tahun ini, perseroan akan memasang target kontrak baru senilai Rp 1,6 triliun dan hingga saat ini telah membukukan Rp 723,7 miliar. Dengan begitu, total kontrak tahun berjalan per 31 Maret 2018 sebesar Rp 7,036 triliun. ”Kontrak itu carry over dari tahun lalu sebesar Rp 6,13 triliun, sedang kontrak baru ditargetkan mencapai Rp 723,70 miliar,” tambah Direktur Bukaka Teknik Utama, Teguh Wicaksana Sari.

Direktur Utama Bukaka Irsa Kamarudin menyatakan pihaknya optimistis target kontrak baru bakal tercapai dan tidak menutup kemungkinan akan merevisi target kontrak pada tahun ini. ”Kontrak bisa saja melebihi target. Nanti, habis puasa kita tancap gas lagi,” tegas Irsa.

Sementara itu, Direktur Bukaka, Saptiastuti Hapsari menyebutkan target penjualan tahun ini sebesar Rp 4,525 triliun. Di mana, pada kuartal pertama tahun ini telah bertengger di kisaran Rp 787,7 miliar. Mayoritas penjualan pada kuartal pertama 2018 itu berasal dari penjualan garbarata senilai Rp 240 miliar. ”Target penjualan garbarata hingga akhir tahun 2018 sebesar Rp 300 miliar,” bilang Hapsari.

Berdasar hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bukaka, perusahaan dalam naungan bendera keluarga Jusuf Kalla itu sepakat tidak membagi dividen dari laba bersih tahun 2017. Sepanjang tahun lalu, perseroan mencatat koleksi laba Rp 165,67 miliar atau lebih besar dari periode sama 2016 senilai Rp 50,07 miliar. Seluruh laba akan dialokasikan untuk memperkuat modal dalam rangka kegiatan pengembangan perusahaan. ”Kami tidak menyebar dividen karena butuh dana ekpansi dari hasil perolehan kontrak kerja tahun 2017,” tegas Hapsari.

Proyek-proyek yang tengah digarap perseroan meliputi proyek tol Jakarta-Cikampek Elevated II sejumlah Rp 2,95 triliun, Bundling Contract III sebesar Rp 1,18 triliun, Waskita TWR 4 CCT 500KV 20000T senilai Rp 598,18 miliar, T/L 150 KV Duri Kosambi-Kembangan sejumlah Rp 530,88 miliar, proyek DPT Tahun 2016 sekitar Rp 285,36 miliar, proyek DPT-Pengadaan Tower Transmisi tahun 2016 sebesar Rp 235,21 miliar, dan sejumlah proyek lainnya. (ce1/mys/JPC)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pembangunan-jalan-tol 

Berita Terkait

IKLAN