Sabtu, 22 September 2018 08:46 WIB
pmk

Ekonomi

Ledakan Pengunjung Dongkrak Laba PJAA

Redaktur:

PERFORMA-(Ki-ka) Wadirut PT Pembangunan Jaya Ancol Teuku Sahir Syahali, Dirut C. Paul Tehusijarana, Komisaris Independen KRMH Daryanto Mangoenpratolo Yosodiningrat, dan Direktur Independen Daniel Nainggolan berbincang usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Jakarta, Senin (14/5). TONI SUHARTONO/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Sepanjang tahun lalu, segmen rekreasi Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) membukukan pendapatan Rp 1,152 triliun, naik 5 persen dari edisi sama 2016 sejumlah Rp 1,096 triliun. Itu berrati rekreasi mendominasi dengan porsi 92 persen total pendapatan. Meski faktanya, pendapatan terkoreksi 3,48 persen menjadi Rp 1,24 triliun dari periode sama 2016 di level Rp 1,28 triliun.

Meski begitu, laba terakumulasi Rp 220 miliar, naik 68,33 persen dari edisi sama 2016 di kisaran Rp 130,82 miliar. Lonjakan itu ditopang ledakan pengunjung 3,47 persen menjadi 18,7 juta dari periode sama 2016 di level 18,1 juta. ”Selain itu, kenaikan laba juga akibat beban lain-lain turun 79 persen,” beber Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol, C Paul Tehusijarana, di Jakarta, Senin (14/5).

Manajemen optimistis dapat mengembangkan bisnis sepanjang tahun ini. Itu dimulai dengan mewujudkan sejumlah inovasi sejak tahun lalu. Antara lain pembukaan restoran perdana yaitu Kafe Hoax di Pantai Lagoon, penambahan dua seluncuran baru di Atlantis Water Adventure, dan pencanangan konsep baru Pulau Bidadari yaitu The Soul of Batavia.

Selanjutnya, segmen properti secara resmi telah menjalin kerja sama dengan salah satu perusahaan pengembang asal Australia dalam mengembangkan kawasan hunian vertikal mewah di area Ancol Barat dengan mengusung konsep water front living. Selain itu, fokus pada inovasi-inovasi sudah direncanakan sebelumnya. Perseroan mematok segmen rekreasi dapat meluncurkan wahana baru yaitu Star Shape, Dream Station, Wave Swinger, New 4D Theater, penambahan jalur kereta wisata Sato-sato, revitalisasi Pasar Seni Ancol dan juga pengembangan Seaworld Ancol.

Pada segmen properti, perseroan memproyeksi penyelesaian pembangunan Coasta Villa tahap 3, memulai pemasaran produk Ocean Breeze, dan segera memulai kerja sama operasional pengembangan area Ancol Barat. Saat ini, perusahaan mengelola kawasan properti dan rekreasi Ancol Taman Impian. Sebuah kawasan wisata terpadu seluas 552 hektare (ha) dengan keunggulan lokasi.

Tahun lalu, perusahaan telah melakukan sejumlah inovasi segmen rekreasi. Misalnya, penambahan empat wahana baru di Dunia Fantasi, dua wahana baru di Ocean Dream Samudera, penambahan biota baru di Seaworld Ancol dan penambahan fasilitas di Putri Duyung Ancol. (dew)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pembangunan-jaya-ancol 

Berita Terkait

IKLAN