Rabu, 18 Juli 2018 12:35 WIB
bjb juli

Fokus

Cerita Teman Sekolah Dita Bomber Surabaya

Redaktur: Redjo Prahananda

INDOPOS.CO.ID - Ahmad Faiz Zainuddin teman sekolah Dita Supriyanto salah satu  bomber gereja di Surabaya membeberkan cara jaringan teroris merekrut pengikut - pengikut barunya.

Zainuddin mematahkan anggapan sebagain besar orang tentang stigma teroris yang kebanyakan datang dari keluarga kurang mampu dan berpendidikan rendah.  Buktinya Dita yang merupakan kakak Kelasnya ini berasal dari keluarga berada dan terkenal sangat cerdas.

"Orang yang dibawa ke paham radikal ini mereka yang lembut, ramah, engak kurang pendidikan tapi pintar," kata dia di Rumah Pergerakan Griya Gusdur Menteng Jakarta Pusat, Selasa (15/5).

Berkaca dari pengalamannya saat masih bersama Dita semasa SMA 30 tahun yang lalu, Zainuddin mengatakan kebanyakan pelaku teroris yang kerap melakukan hal - hal nekat ini juga awalanya mereka juga adalah pribadi yang lemah lembut. 

Dia menjelaskan para perekrut akan memancing dan perlahan menyusupkan paham - paham radikal disetiap ada kesempatan seperti pengajian dan kegiatan keagamaan lainnya.

Zainuddin menjelaskan, Dita merupakan salah satu sahabatnya yang mengikuti banyak pengajian pada saat itu sehingga dengan mudah disusupi paham - paham yang menyimpang dari nilai Pancasila."Ikut pengajian, lihat siapa yang bisa diajak pengajian keluar, nariknya pelan - pelan," ungkapnya.

Diketahui, Dita Supriyanto bersama istri dan empat orang anaknya telah menjadi pelaku peledakkan bom di Gereja Surabaya, Minggu (13/5). Empat pelaku tersebut meninggal dunia di lokasi akibat bom yang mereka ledakkan. (jaa)


TOPIK BERITA TERKAIT: #bom-gereja-gpps-arjuno #bom-gereja-santa-maria #bom-gereja-surabaya 

Berita Terkait

IKLAN