Kamis, 16 Agustus 2018 09:29 WIB
pmk

Internasional

Macron dan Erdogan Kutuk Kekejaman Israel

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - Presiden Prancis Emmanuel Macron melakukan panggilan telepon dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Raja Abdullah dari Yordania pada Senin (14/5) malam. Ketiga pemimpin tersebut membahas serangan Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza dan pemindahan Kedutaan Amerika Serikat (AS) ke Yerusalem.

Macron menentang keras pemindahan Kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. Selain itu juga mengutuk kekerasan yang dilakukan oleh pasukan bersenjata Israel terhadap pengunjuk rasa Palestina.

Macron juga menyerukan kepada semua pihak untuk meredakan ketegangan di wilayah tersebut. Melalui sebuah pernyataan, Macron mau melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Selasa (15/5).

Sebanyak 55 orang Palestina menjadi korban tembakan tentara Israel pada Senin (14/5). Ini terjadi selama aksi unjuk rasa anti pendudukan di sepanjang perbatasan timur Jalur Gaza terjadi seperti dilansir Anadolu, Selasa (15/5).

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga menghubungi Abbas melalui sambungan telepon, pada Senin (14/5) malam. Keduanya saling bertukar pandangan mengenai pemindahan lokasi Kedutaan AS ke Yerusalem serta serangan terhadap warga Palestina yang dilakukan oleh tentara Israel. Erdogan menentang keras pemindahan Kedutaan AS ke Yerusalem.

Ia juga mengutuk serangan tersebut dan berharap rahmat Allah untuk semua martir atau para korban yang mati syahid membela hak-hak Palestina. Sejak unjuk rasa di perbatasan Israel-Palestina dimulai pada 30 Maret, lebih dari 90 pengunjuk rasa Palestina telah tewas oleh tembakan tentara Israel di perbatasan.

Pekan lalu, Pemerintah Israel mengatakan, unjuk rasa di perbatasan merupakan kondisi perang ketika hukum humaniter internasional tidak berlaku. (ce1/trz/JPC)


TOPIK BERITA TERKAIT: #israel 

Berita Terkait

Israel Usir Pengungsi Syria

Headline

Israel Jadi Negara Eksklusif Yahudi

Internasional

Gus Yahya Komitmen Mendukung Palestina Merdeka

Internasional

IKLAN