Selasa, 13 November 2018 07:59 WIB
pmk

Internasional

Anwar Ibrahim Keluar Penjara

Redaktur:

Anwar Ibrahim.

KUALA LUMPUR - Politisi Malaysia Anwar Ibrahim telah dibebaskan dari penjara, Rabu (16/5) siang waktu setempat. Ini membuka jalan bagi kembalinya ia ke panggung politik dan menjadi perdana menteri Malaysia, walau tidak dalam waktu dekat.

Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) Azizah Wan Ismail mengatakan, tidak akan terburu-buru menjadikan Anwar Ibrahim sebagai perdana menteri Malaysia. Ia mengatakan, koalisi Pakatan Harapan menginginkan transisi yang mulus di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Mahathir Mohamad.

"Tidak ada keterburu-buruan untuk membuat pemimpin de facto PKR Datuk Seri Anwar Ibrahim (menjadi) perdana menteri," kata Azizah, dilaporkan laman The Star Online pada Selasa (15/5).

Hari ini, Anwar Ibrahim dibebaskan dari penjara, yang dihukum atas tuduhan sodomi dan korupsi setelah menjadi oposisi saat Mahathir Mohamad berkuasa sebelum ini.

Perdana Menteri baru Malaysia Mahathir Mohamad memberikan pengampunan untuk Anwar, yang diberikan pada Rabu (16/5).
Mahathir berjanji untuk menjadikan Anwar sebagai perdana menteri menggantikannya, paling tidak dalam waktu dua tahun ke depan.

Anwar Ibrahim tampak berjalan menuju kebebasan dari rumah sakit di ibukota Kuala Lumpur di mana dia telah menjalani perawatan. Para pendukung yang berkemah di rumah sakit mengikutin Anwar ke istana Istana, di mana ia akan bertemu dengan Mahathir.
"Hidup Anwar," teriak para pendukung yang mengendarai sepeda motor.

"Dia adalah simbol kebebasan bagi orang Malaysia seperti saya," kata Ahmad Samsuddin, 59 tahun, kepada BBC.

"Akhirnya. Rasanya seperti gelombang perubahan sedang berputar di Malaysia, setelah bertahun-tahun terjadi ketidakadilan. Hari ini adalah hari bersejarah dengan pembebasan Anwar dan akan menjadi lebih baik,"kata Samsudin lagi.

Kisah tentang hubungan Mahathir dan Anwar cukuplah menarik. Selama 1990-an mereka adalah sekutu politik, masing-masing menjabat sebagai perdana menteri dan wakil perdana menteri.

Tetapi Anwar kemudian dipecat pada tahun 1998 setelah bertengkar dengan mentor politiknya, Mahathir Mohamad, dan dipenjarakan setahun kemudian dengan tuduhan penyalahgunaan kekuasaan. Pada tahun 2000 ia dihukum karena sodomi, dan diberi tambahan sembilan tahun.

Peristiwa menarik tahun ini, yakni ketika mantan musuh politiknya, Mahathir Mohamad, mengumumkan akan bergabung dengan oposisi dan kembali mencalonkan diri untuk jabatan perdana menteri.

Mahathir mengatakan dia muak dengan korupsi yang dilakukan Najib Razak, salah satu mantan sekutunya. Satu syarat agar Mahathir diizinkan memimpin koalisi adalah, Mahatir harus setuju untuk memberikan pengampunan kerajaan kepada Anwar yang tetap populer di kalangan pendukungnya.

Mahathir setuju, dan mengatakan,akan menyerahkan jabatan perdana menteri kepada Anwar Ibrahim dalam waktu dua tahun setelah dilantik. (esa)


TOPIK BERITA TERKAIT: #anwar-ibrahim 

Berita Terkait

IKLAN