Kamis, 20 September 2018 09:51 WIB
pmk

Total Sport

Teror Tak Lemahkan Semangat Asian Games

Redaktur:

Foto. BAMBANG/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Wakil Presiden Jusuf Kalla secara tegas mengatakan Asian Games 2018 yang berlangsung 18 Agustus hingga 2 September, Jakarta-Palembang merupakan kegiatan olahraga yang sangat prestisius. Ini penyelenggaraan Asian Games kedua bagi Indonesia setelah Asian Games IV/1962.

Hal itu dikatakan Wapres Jusuf Kalla dalam sambutannya sebelum membuka secara resmi Global Forum Asian Games 2018 di Ball Room Hotel Century Park Senayan Jakarta, Selasa, (15/5).

Global Forum Asian Games 2018 dengan tema ”Tahun Olahraga dan Tahun Politik” itu menghadirkan sejumlah pembicara diantaranya adalah Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Perhubungan, Menpora, Gubernur DKI, Gubernur Sumsel dan Ketua INASGOC.

Namun untuk penyelenggaraan Asian Games ke-18, seperti dikatakan Wapres JK, tantangan dan suasananya jauh berbede ketika  menjadi tuan rumah tahun 1962.

Pada Asian Games 1962, jumlah pesertanya hanya 3000 dari 23 negara. Sementara untuk Asian Games 2018, jumlah peserta mencapai 20.000 dari 45 negara.

Selain itu, Asian Games 2018 telah menggunakan tekhnologi tinggi baik untuk pembangunan venue maupun fasilitas pendukung lainnya.

”Dengan sisa waktu yang tinggal 97 hari atau 3 bulan lebih ini, persiapan sudah mencapai tahap akhir baik yang di Jakarta maupun Palembang. Memang untuk mencapai kesempurnaan tak mudah, yang penting sudah memenuhi standart internasional,”kata Wapres JK.

Untuk menuju suksesnya Asian Games 2018 itu, lanjut Wapres JK, minimal ada tiga aspek utama yang membutuhkan perhatian serius yakni, venue pertandingan, infrastruktur dan keamanan.

Nah khusus keamanan, Wapres JK minta kepada seluruh pihak untuk bersama-sama untuk membantu Polri dan TNI dalam memberikan pengamanan maksimal selama Asian Games 2018 berlangsung.

Apalagi ada kejadian yang kurang menguntungkan kembali melanda bangsa  yakni aksi teror di Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Jabar dan ledakan bom bunuh diri di gereja di Surabaya, Jatim.

Aksi teror seperti itu menurut JK tak akan lemahkan semangat kita untuk mensukseskan Asian Games 2018.”Justru kita harus merapatkan barisan untuk melawan aksi teror tersebut. Kita ingin buktikan kepada dunia, Indonesia aman dan tak perlu ada rasa takut berkunjung ke negara kita,”papar pria berdarah Bugis, Makassar, Sullsel itu.

Sementara itu Direktur Utama Rakyat Merdeka Group Iswara Darmayana mengatakan, Global Forum Asian Games 2018 sengaja mengangkat tema ”Tahun Olahraga dan Tahun Politik”.

Pasalnya antara olahraga dan politik sama-sama memiliki nilai strategis dalam pembangunan suatu bangsa. Asian Games 2018 juga menjadi ajang pertaruhan bagi bangsa Indonesia sementara politik kita akan memasuki fase pemilihan Presiden RI yang baru.

”Harapan kita sukses Asian Games 2018 dan sukses dalam pesta demokrasi akan menjadi pondasi kuat untuk menuju bangsa yang besar, disegani dan dihormati oleh dunia internasional,”kata Iswara Darmayana. (bam)

Pawai Obor Asian Games 2018

18 Juli-18 Agustus

Jalur darat

Pulau Jawa:

1. Jogjkarta-Solo-Semarang-Surabaya-Bromo-Banyuwangi (start)

2. Merak-Serang-Purwakarta-Bandung-Garut-Bogor-Cianjur-Jakarta (finis)

Pulau Bali: Gilimanuk-Kuta-Tanah Lot

Pulau Irian: Sorong-Raja Ampat

Pulau Sumatera:

Sesi 1: Banda Aceh-Medan

Sesi 2: Pekanbaru, Jambi-Palembang-Lampung

Jalur laut:

Banyuwangi (Pulau Jawa)-Gilimanuk (Pulau Bali)

Bakauheni, Lampung (Pulau Sumatera)-Merak-Banten (Pulau Jawa)

Jalur Udara:

Denpasar (Bali)-Bima (Nusa Tenggara Barat)-Sorong (Papua Barat)-Makassar (Sulawesi Selatan)-Banjarmasin (Kalimantan Selatan)

Medan (Sumatera Utara)-Pekanbaru (Riau)


TOPIK BERITA TERKAIT: #asian-games-2018 #terorisme 

Berita Terkait

Sukses Karate di Asian Games untuk Modal ke Tokyo

Total Sport

Christo Akui Lebih Nyaman Bersama Aldila

Total Sport

IKLAN