Kamis, 21 Juni 2018 12:00 WIB
bjb idul fitri

Jakarta Raya

Stop Buang Sampah Elektronik!

Redaktur:

Ilustrasi.

INDOPOS.CO.ID - Warga masyarakat Jakarta, dewasa ini masih sembarangan membuang sampah limbah elektronik (e-waste). Selain berbahaya bagi kesehatan, karena kandungan merkuri dan limbah elektronik tersebut sulit terurai. 

Suku Dinas Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Selatan, kini tengah menggencarkan sosialisasi program electronic waste (e-Waste). Melalui program tersebut, diharapkan masyarakat lebih sadar, agar tidak membuang limbah elektronik di sembarang tempat.

BACA JUGA : Viral! Install Aplikasi Lazada sekarang dapat Diskon Hingga 80% dan Gratis Ongkir Selama Ramadhan

Setelah sebelumnya Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI, dr. Imran Agus mengungkapkan e-waste atau limbah elektronik barang elektronik yang dibuang karena sudah tidak lagi berfungsi atau sudah tidak dapat digunakan lagi. 

“Dewasa ini kurangnya kesadaran masyarakat akan limbah elektronik dilingkungan sekitar mereka. Seperti laptop, komputer dan hp jika sudah rusak terkadang dibiarkan begitu saja,” jelas Imran Agus di Jakarta, Selasa (15/5). Padahal, jika ingin dimanfaatkan barang tersebut memiliki nilai jual tinggi dengan pengelolaan yang baik sesuai prosedur. 

Imran Agus menyebutkan bahwa kandungan merkuri dalam alat elektronik dapat berdampak buruk pada kesehatan. Seperti kerusakan sistem saraf pusat, kerusakan ginjal, paru, hati dan bagi ibu hamil akan berakibat cacat mental, buta pada janin bayi. Itu terjadi akibat udara dan pangan yang terkontaminasi dengan merkuri serta penyerapan melalui kulit. 

Pelaksana Harian (Plh) Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan, Sena Saputra menuturkan, ada beberapa cara yang dilakukan oleh pihaknya, guna mensosialisasikan program ini kepada masyarakat.

"Kami terus sosialisasikan program e-Waste ini, melalui berbagai media seperti spanduk serta media sosial," tandas Sena.

Selain melalui media, Sena menuturkan, Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Selatan juga mensosialisasikan e-waste secara langsung kepada masyarakat. Salah satunya adalah melalui kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB). "Ini semua kami lakukan, agar program e-Waste bisa lebih dikenal oleh masyarakat," harapnya.

Sena menambahkan, dalam program e-waste ini, masyarakat yang memiliki limbah elektronik, bisa datang ke kantor-kantor kelurahan atau kecamatan untuk melaporkan adanya limbah elektronik di tempat mereka. Nantinya, petugas di lapangan akan datang langsung untuk mengambil limbah tersebut.

"Saat ini semakin banyak masyarakat yang sudah memanfaatkan program e-waste. Bahkan beberapa waktu lalu di Kecamatan Setiabudi ada yang menyerahkan limbah mesin cuci," ungkapnya.

Sena menambahkan, pengambilan limbah elektronik tersebut gratis tanpa dipungut biaya. "Kami siap mengambil ke rumah warga yang memiliki limbah elektronik, semuanya gratis tanpa dipungut biaya," pungkasnya.

Diimbau agar masyarakat juga lebih bijak lagi dalam mengelola e-waste ini. Masyarakat dapat menjual kepada pengepul atau menjual barang second elektronik tersebut agar dapat dipakai atau tersalurkan kembali. (ibl) 


TOPIK BERITA TERKAIT: #e-waste #sampah-elektronik 

Berita Terkait

IKLAN