Jumat, 20 Juli 2018 07:37 WIB
BJB JULI V 2

Nusantara

Nekat, Hutan Lindung Dijual, Dua Warga Jadi Tersangka

Redaktur:

DIAMANKAN-Tim gabungan Polhut, TNI/Polri dan LSM Lingkungan melakukan operasi dan mengamankan kayu ilegal loging di kawasan perambahan hutan di Aceh. For Rakyat Aceh/JPG

INDOPOS.CO.ID - Sejak kasus jual beli tanah bersertifikat resmi di Hutan Lindung Genting, Desa Gaja, Kecamatan Pining, Nangroe Aceh Darussalam (NAD) mencuat, kini Mapolres Gayo Lues sudah menetapkan dua tersangka.  Mulanya polisi menetapkan SD, 44, warga Desa Kampung Jawa, Kecamatan Blangkejeren sebagai tersangka, ia ditahan Jumat, 11/5. Tersangka berikutnya, SM, 37, warga Desa Ujung, Kecamatan Blangkejeren yang ditahan Selasa (15/5).

Kasat Reskrim Gayo Lues, Iptu Eko Rendi Oktama menyebutkan, kedua tersangka saat dalam tahanan Polres Gayo Lues.  SD disangkakan telah memalsukan data otentik dalam pembuatan Sertifikat di hutan lindung Genting. Sementara SM, ikut membantu pemalsuan data otentik.

Ia menjelaskan, kasus mencuat dari terbitnya sertifikat sebanyak 145 persil tanah seluas 250 hektare (ha) oleh Badan Pertahanan Nasional (BPN) melalui program nasional bersubsidi. Dari hasil investigasi ada jual beli di kawasan tersebut sejak 2014 sampai 2016.  ”Berdasarkan kasus tesebut kita sudah  memanggil kepala BPN Gayo Lues beserta anggota, penjual lahan dan juga pembeli untuk dimintai keterangan," sebutnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan secara maraton, barulah ditetapkan para tersangka. Menurut Eko, kemungkinan daftar tersangka akan bertambah baik dari penerbit sertifikat maupun pemilik sertifikat. Kedua tersangka terancam hukuman maksimal tujuh tahun. (yud/mai/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #jual-beli-tanah-bersertifikat-resmi-di-hutan-lindung 

Berita Terkait

IKLAN