Jumat, 20 Juli 2018 07:36 WIB
BJB JULI V 2

Nusantara

Ancam Kades, Dua Oknum Wartawan KPK Dibekuk Polisi

Redaktur:

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Anggota Polsek Malaka Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan interogasi terhadap dua warga Belu yang mengaku sebagai wartawan Koran Perangi Korupsi (KPK). Pasalnya, oknum wartawan KPK dinilai selama ini aktivitasnya meresahkan warga Malaka.

Pantauan Timor Express (Grup INDOPOS), Selasa (15/5) saat tiba di Polsek dua oknum wartawan KPK hanya bisa pasrah saat dicegat polisi, lantaran sebelumnya sudah ada pengaduan warga terkait aktivitas yang dilakukan. Dua oknum wartawan KPK yakni, Yeremias Tahu, warga Desa Rinbesihat Kecamatan Tasifeto Barat dan Dinis da Costa, warga Desa Kabuna Kecamatan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu.

Kapolres Belu, AKBP Christian Tobing melalui Kapolsek Malaka Tengah, AKP Rinaldi Hastomo mengatakan, aktivitas oknum yang mengaku sebagai wartawan KPK sudah dikeluhkan warga khususnya aparatur desa di sejumlah pelosok desa. Aktivitas pengawasannya hanya fokus untuk kegiatan fisik proyek  dana desa. Saat turun di desa untuk melakukan investigasi bertindak seolah penyidik, periksa fisik proyek, periksa dokumen, bahkan mengancam kepala desa (kades). ”Sudah ada laporan sehingga anggota pantau di lokasi. Kerjanya seperti penyidik periksa fisik, periksa dokumen bahkan ada ancaman,” ungkapnya.

Rinaldi merasa heran aktivitas yang meresahkan warga masih saja terjadi bahkan dilakoni warga asal daerah sendiri. Sehingga dirinya meminta oknum itu untuk tidak lagi mengulangi aktivitas yang meresahkan warga dan sebaiknya memilih kembali kerja sebelumnya yang tidak merugikan orang lain.

Rupanya Rinaldi menyerukan itu sebab saat diinterogasi oknum wartawan KPK yang sebelumnya berprofesi sebagai buruh bangunan tidak mengetahui tujuan media KPK dan tupoksinya sebagai seorang jurnalis.”Tidak boleh lagi ancam warga. Saya tidak mau ada laporan lagi mengenai aktivitas yang selama ini sudah jalan. Sebaiknya berhenti sudah. Jadilah orang yang baik untuk nafkahi keluarga,” ujarnya.

Sementara itu, Yeremias Tahu mengaku kehadirannya di Polsek hanya untuk menyerahkan surat pemberitahuan terkait keberadaan media KPK dan surat klarifikasi dari lembaganya terkait pemberitaan yang memojokan wartawan media KPK selama ini.

Selama ini bersama rekannya saat menjalankan tugas di lapangan tidak merugikan siapa pun. Saat di lokasi sebatas menjalankan tugas investigasi terkait proyek dana desa sesuai aturan dan perintah atasannya, sehingga tidak benar ada tudingan warga aktivitas mereka meresahkan warga.

Dia mengaku saat ini sebagai kepala Biro TTU, namun wilayah Malaka, pengurusnya sedang sakit sehingga dipercaya atasannya untuk membantu di Malaka. Jumlah wartawan KPK untuk TTU sebanyak delapan orang, wilayah Belu tiga orang dan Malaka sebanyak dua orang. 

Yeremias mengaku sejak dipercaya Agustus 2017 lalu, belum ada pelatihan atau tatap muka, mereka hanya diperintahkan untuk melakukan investigasi dan membuat laporan untuk atasannya di Jakarta. Saat masuk setiap anggota menyerahkan uang Rp 2.500.000 untuk pengadaan atribut pakaian berupa satu kameja, topi, kartu pers dan lambing KPK.  (mg24/ays/JPG)


TOPIK BERITA TERKAIT: #dua-oknum-wartawan-kpk-dibekuk-polisi #ancam-kades 

Berita Terkait

IKLAN