Senin, 16 Juli 2018 07:37 WIB
bjb juli

Nasional

Kementan Sidak, Harga Bahan Pokok Relatif Stabil

Redaktur:

DADAKAN-Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriadi (pegang mix) bersama Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno melakukan sidak di Gudang Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta Timur, Rabu (16/5). Foto: Kementan for INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Satu hari jelang Bulan Suci Ramadan beberapa harga bahan pokok relatif stabil. Seperti di Pasar Cipinang beras medium dijual Rp 42.500 per 5 kg, daging sapi beku Rp 75.000 per kg, minyak goreng kemasan ekonomi Rp 10.000 per kg, telur ayam Rp 24.000 per kg, cabe merah keriting Rp 30.000 per kg, cabe rawit merah Rp 40.000 per kg dan gula pasir Rp 12.000 per kg.

Untuk memastikan stok beras aman, Kepala Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Hendriadi bersama Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Sandiaga Uno melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Gudang Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta Timur, Rabu (16/5).

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriadi mengatakan, hingga saat ini pasokan dan distribusi beras di PIBC terpantau melebihi pasokan normal. Rata-rata setiap hari 3500 hingga 4000 ton. ”Untuk memenuhi kebutuhan Ramadan, kami melalui Toko Tani Indonesia bekerja sama dengan PD Pasar Jaya di 235 titik pasar di DKI,” katanya.

Wagub Sandiaga Uno menegaskan, stok beras aman. ”Lihat saja tumpukan beras penuh di gudang,” ungkap dengan sumringah.

Sandi, sapaannya menghimbau kepada masyarakat agar tidak cemas. Karena, stok beras untuk Ramadan dan Lebaran melimpah. ”Cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jakarta.” Stok cukup, kita tadi sudah pastikan stok melimpah,” tandasnya.

Dirut PT Food Station Tjipinang Arief Prasetyo mengatakan, beras yang ada di gudang PIBC berasal dari, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan dan Lampung, sedangkan panen hinggga kini masih terus berlangsung.

Ia menyebutkan, stok beras yang ada di gudang beras Cipinang sekitar 41.000 ton. Jika dikonversi dalam rupiah, nilai stok beras di Gudang Beras Cipinang mencapai Rp 120 miliar. ”Untuk stok beras, kita sangat siap. Belum ada stok beras yang sudah ada di jalur distribusi PD Pasar Jaya, nilainya lebih dari Rp.40 miliar,” katanya.

Dirut PD Pasar Jaya Arif Nasrudin menjelaskan, sesuai hasil rapat kordinasi yang dipimpin Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di gedung Kementerian Pertanian beberapa waktu lalu sungguh akurat. Karena, sampai saat ini semua pasokan kebutuhan pasar di DKI cukup. ”Kami sangat berterima kasih atas dukungan dari Kementerian Pertanian, mulai dari awal persiapan, dilapangan tidak ada yang meleset,” katanya.

Usai ke Gudang PIBC, sidak dilanjutkan di Kios Toko Tani Indonesia, Pasar Klender Jaktim. Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi, menyatakan bahwa saat ini, pihaknya sudah membuka 235 Toko Tani Indonesia (TTI) di seputaran Jabodetabek. Sementara kios TTI, ada di 11 pasar, bekerja sama dengan PD. Pasar Jaya,  Kios TTI, yang dikunjungi dipenuhi konsumen untuk berbelanja kebutuhan mengawali Ramadan.

Agung  menegaskan, bahwa sampai saat ini stok daging nasional, yang ada di berbagai fedloter dan Bulog melebihi kebutuhan Ramadan hingga lebaran, yang berkisar 1.16000 ton, sedang stok daging saat ini masih surplus 7.000 ton, jadi tidak perlu dikhawatirkan.

Badan Ketahanan Pangan Kementan terus memantau dan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian yang menjadi kantong-kantong produksi kita di 20 provinsi. ”Saya sudah kirimkan surat edaran,”  tegas Agung Hendriadi di titik akhir sidak, Pasar dan Toko Tani Indonesia  di Toko Daging Nusantara milik PT Suri Nusantara Jaya, dalam rangka kesiapan menyambut Ramadan.

Wandi, 52, salah seorang pembeli saat ditemui di Toko Daging Nusantara mengaku senang. Karena keberadaan toko sangat membantu masyarakat untuk mendapatkan daging sapi dengan harga murah. "Lumayan harga daging di bawah harga pasar," tandasnya.

Wandi mengau bisa memperoleh daging sapi dengan harga Rp 95.000 per kg. Harga tersebut jauh di bawah harga daging sapi di pasar tradisional yang mencapai Rp 120.000 kg.

"Ini jauh lebih murah dan bisa berhemat," katanya. (nas)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kementan 

Berita Terkait

IKLAN