Rabu, 18 Juli 2018 12:40 WIB
bjb juli

Headline

Giliran Mapolda Riau Diserang

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID – Serangan beruntun oleh terduga teroris yang berafiliasi ke ISIS belum berhenti. Secara sporadis, mereka terus melancarkan teror. Mapolda Riau pun mendapat giliran diserang, Rabu (16/5) pagi. Insiden ini menewaskan 4 orang terduga teroris, seorang anggota polisi dan luka-luka yang dialami wartawan RCTI dan TVOne.

Kadivhumas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto menjelaskan, serangan terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, beberapa personel Polda Riau tengah menyiapkan agenda ekspose pengungkapan kasus narkotika yang rencananya disampaikan langsung oleh Kapolda Riau Irjen Pol Nandang.

”Ada sebuah mobil yang menerobos ke Mapolda Riau,” kata Setyo di kantor Divisi Humas Polri, Jakarta, Rabu (16/5).

Berdasar data yang dikantongi Setyo, mobil yang digunakan oleh lima terduga teroris itu bernomor polisi BM 1192 RQ. Ketika hendak masuk ke dalam komplek Mapolda Riau, seorang petugas menghalangi laju mobil tersebut. Lantaran diadang petugas, empat dari lima orang terduga teroris itu keluar dari mobil.

”Kemudian menyerang anggota (Polda Riau) menggunakan samurai atau senjata tajam,” imbuhnya.

Akibatnya, anggota Polda Riau yang tengah bertugas terluka. Mereka yang terluka adalah Kompol Faridz. Dia terluka akibat kena bacok samurai yang diayunkan oleh salah seorang terduga teroris.

Merespons serangan tersebut, sejumlah anggota Polda Riau langsung mengambil tindakan tegas. Mereka menembaki empat terduga teroris itu. ”Dan akhirnya empat orang tewas,” imbuhnya.

Melihat empat rekannya sudah terkapar dalam kondisi tidak bernyawa, satu orang terduga teroris yang masih berada di dalam mobil, berusaha melarikan diri. Dia tancap gas sampai menabrak salah seorang anggota Polda Riau.

”Yang akhirnya gugur,” imbuh Setyo. Anggota Polda Riau itu adalah Ipda Auzar. Sebelum meninggal dunia, dia sempat di bawa ke RS Bhayangkara Riau. 

Namun nyawa Auzar tidak tertolong dan dinyatakan meningal dunia pada pukul 10.00 WIB. Selain menabrak seorang anggota Polda Riau, mobil yang dipakai untuk melarikan diri juga menyenggol dua orang wartawan dari dua televisi swasta nasional. Keduanya terluka akibat jatuh setelah terserempet. Beruntung upaya melarikan diri itu berhasil digagalkan oleh petugas.

”Sudah dapat ditangkap,” ujar Setyo.

Yang bersangkutan lantas diamankan di Mapolresta Pekanbaru. Pun demikian kendaraan yang dipakai dalam penyerangan Mapolda Riau. Aparat kepolsian sudah mengamankan kendaraan tersebut. ”Disterilisasi karena diduga ada barang-barang yang mencurigakan,” ucap pati Polri dengan dua bintang di pundak itu. Dari lokasi kejadian,  aparat juga sudah mengamankan sejumlah barang.

Setyo merinci barang-barang tersebut. Yakni tiga samurai, lima penutup wajah, tiga pasang sepatu, satu uni handy cam, jaket, sarung tangan, dan ikat kepala. Meski ada korban jiwa dan korban luka dari anggota Polda Riau, Setyo menegaskan bahwa insiden di Mapolda Riau merupakan keberhasilan petugas.

”Saya ingatkan bahwa ini adalah keberhasilan Polda Riau dalam mematahkan (serangang) sekelompok orang tidak dikenal,” bebernya.

Berdasar hasil identifikasi yang sudah dilakukan oleh Polda Riau sampai Rabu (16/5) siang, empat terduga teroris yang tewas ditembak petugas berasal dari Dumai. Mereka terdiri atas Mursalim alias Ical alias Pak Ngah, Suwardi, Adi Sufyan, serta seorang bernama Daud. Sedangkan satu orang terduga teroris lain yang masih hidup belum diungkap identitasnya. ”Itu masih dalam pendalaman,” ucap Setyo.

Menurut data dan informasi yang sudah dikantongi oleh petugas, lima terduga teroris itu begerak dalam satu kelompok. Yakni Negara Islam Indonesia (NII). Serupa dengan Jamaah Anshorut Daulah (JAD), kelompok tersebut sudah berafiliasi dengan ISIS. Setyo menyebutkan bahwa, lima orang itu masih berkaitan dengan dua terduga teroris yang ditangkap di Sumatera Selatan (Sumsel). ”Ini yang ke Pekanbaru melakukan penyerangan,” imbuhnya.

Penangkapan di Tangerang

Sementara dari Tangerang dilaporkan, Setelah dua jam berjibaku, Tim Densus 88 Mabes Polri berhasil menangkap tiga anggota teroris di Kota Tangerang. Ketiganya merupakan warga pendatang yang tergabung dalam jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Jakarta. Mereka juga disebut-sebut akan melakukan akai pengeboman di beberapa markas kepolisian.

Kapolrestro Tangerang, Kombes Harry Kurniawan mengatakan, ketiga pria tersebut dicokok oleh Tim Densus 88 di berbagai lokasi. Choir dan Ghofur ditangkap di Toko Duta Konveksi dan Perumahan Duta Bintaro, Jalan Gempol Raya, RT004/002, Kelurahan Kunciran Indah, Kecamatan Pinang. Sedangkan Anton dicokok di Kompleks Duta Bintaro, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang.

"Ada dua lokasi penggerebekan anggota teroris ini. Informasinya mereka jaringan JAD yang sedang bersiap-siap menyerang markas kepolisian di beberapa daerah. Mereka ini semua pendatang dan bukan warga Kota Tangerang," katanya kepada INDOPOS, Rabu (16/5).

Dijelaskan Harry, ketiga terduga teroris tersebut diketahui akan melakukan Idad (Latihan Militer) di Sukabumi. Latihan itu dilakukan untuk amaliyah (penyerangan) pada sejumlah Mako Brimob dan pos polisi di beberapa wilayah seperti Bogor, Bandung dan Jakarta secara bersamaan.

"Iya benar, mereka akan terlibat dalam aksi tersebut. Kami pun terkejut dengan informasi ini. Memang ini pengembangan oleh Densus," paparnya.

Dari dua lokasi itu, sambung mantan Kapolresta Depok ini, ada sejumlah barang bukti yang diamankan Densus 88. Di antaranya lima bom rakitan, sebuah bendera ISIS, tiga busur panah yang ujungnya dilengkapi bom, tiga unit ponsel, satu unit motor, dan empat buku catatan. Barang bukti itu pun diduga dirakit ketiganya di dua bangunan tersebut.

"Mereka sendiri yang merakitnya agar dapat digunakan saat penyerangan. Ketiganya sudah mengambil titik lokasi penyerangan itu. Belum tahu kapan aksi ini dapat dilaksanakan," ungkap Harry.

Tak hanya itu saja, kata Harry, ketiganya baru lima bulan tinggal dan menetap di Kota Tangerang. Bahkan satu dari tiga teroris yakni Choir merupakan pemilik toko permak levis yang cukup di kenal di wilayah tersebut.  "Lurah sama Camat pun tahu mereka ini pendatang, hanya memang kurang bersoasialisasi. Karena ada penangkapan ini warga semakin waspada, lantaran sangat berbahaya," imbuhnya. (cok/syn/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #teroris-mapolda-riau 

Berita Terkait

IKLAN