Sabtu, 22 September 2018 08:34 WIB
pmk

Total Sport

Ke Baori, Kisruh Tenis Meja Kian Panas

Redaktur:

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Musyawarah Nasional Luar Biasa Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (Munaslub PTMSI) telah gagal menjadi media pemersatu cabang olahraga tersebut. Justru  Munaslub produk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat yang memilih Dato’ Sri Tahir sebagai Ketua Umum itu membuat  perpecahan di tenis meja nasional makin runyam.

Upaya KONI Pusat melantik kepengurusan Pengurus Besar (PB) PTMSI pimpinan Tahir menjadi sia-sia karena muncul gugatan dari Pengurus Provinsi PB PTMSI Sulawesi Utara ke Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (Baori).

Selain gugatan dari tubuh PB PTMSI tersebut, usaha mengakomodasi kubu Pengurus Pusat (PP) PTMSI pimpinan Ketua Umum Oegroseno juga gagal total. Oegroseno juga menilai Munaslub PTMSI oleh KONI Pusat tidak sah menurut hukum.

Kerunyaman tenis meja Indonesia menurut penasehat hukum Pengprov PTMSI Sulut, Subali justru dimunculkan oleh pelaksanaan Munaslub PTMSI versi KONI Pusat yang dinilai tidak sesuai dengan arahan surat dari Menteri Pemuda Dan Olahraga (Menpora) No: S.II.20.1/MENPORA/SET.BII/XI/2017.

 Dalam surat itu Menpora meminta KONI Pusat dan PP PTMSI mengundang PB PTMSI menghadiri Musyawarah Nasiolah Luar Biasa Bersama (Munasluber). Namun nyatanya, KONI Pusat melaksanakan Munaslub, bukan Munasluber, sendiri tanpa kehadiran Oegroseno sebagai Ketua Umum PP PTMSI.

“Sebenarnya para pihak yang berseberangan telah sepakat bersatu saat pertemuan yang dihadiri Menpora, KONI Pusat, Komite Olimpiade Indonesia (KOI), PB PTMSI dan PP PTMSI. Semua sepakat untuk menggelar Munaslubber. Tapi persatuan itu menjadi runyam lagi karena KONI Pusat melaksanakan Munaslub tanpa kehadiran Pak Oegroseno dan PB PTMSI juga tidak menampilkan Ketua Umum Lukman Edy,” ujar Subali kepada wartawan saat menyiapkan diri menghadiri sidang Baori, kemarin.

Subali menambahkan, gugatan Pengprov PTMSI Sulut terus berjalan di Baori setelah upaya mediasi gagal dilaksanakan dalam dua kali kesempatan. Ini setelah pihak KONI Pusat selaku terlapor tidak hadir tanpa alasan yang jelas.

“Kami tetap maju untuk memperjuangkan kebenaran demi kemajuan dan kebangkitan tenis meja Indonesia. Kami tetap melihat hasil Munaslub bertentangan dengan Aanggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga 2008 jo Keputusan Baori Tahun 2012 yang menggaris bawahi, ketua umum cabang olahraga tidak boleh lebih dari 2 kali masa jabatan. Intinya, Munaslub PTMSI hasil KONI Pusat telah menghancurkan persatuan yang sudah tercapai sebelumnya,” ucap Subali.

Dalam berbagai kesempatan, Oegroseno juga menyatakan, pihaknya menolak hadir dalam Munaslub karena hanya diundang sebagai pribadi bukan sebagai Ketua Umum PP PTMSI. Padahal sesuai dengan kesepakatan dan Surat Menpora, seharusnya KONI Pusat melantik dulu dirinya sebagai Ketua Umum PP PTMSI baru melaksanakan Munaslubber. Dengan manipulasi tersebut maka Oegroseno menilai Munaslub itu illegal.

Oegroseno saat ini tetap diakui oleh Menpora sehingga tetap bisa memimpin tim tenis meja Indonesia ke Kejuaraan Dunia di Swedia awal Mei lalu. Dia menyatakan, federasi tenis meja internasional juga tetap mengakui keberadaan kepengurusannya. (bam) 


TOPIK BERITA TERKAIT: #tenis-meja 

Berita Terkait

Tenis Meja Akan Rekonsiliasi

Total Sport

Tenis Meja Sertakan 10 Pemain di Asian Games

Total Sport

Skuad Pelatnas Tenis Meja Bukan Yang Terbaik

Total Sport

PTMSI DKI Desak Kaji Ulang Pelatnas Tenis Meja

Total Sport

Kemenpora Juara Tenis Meja Beregu Putra Pornas Korpri

Total Sport

IKLAN