Senin, 15 Oktober 2018 06:01 WIB
pmk

Nasional

Asian Games 2018 harus Bebas dari Teror

Redaktur: Ali Rahman

Menteri PPN/ Kepala Bapenas Bambang Brodjonegoro (kedua dari kiri), bersama Menteri Pariwisata Arief Yahya (kiri), Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (kedua dari kanan) dan Ketua Umum Indonesia Asian Games Organisme Committe (Inasgoc) 2018 Erick Thohir (kanan), saat hadir sebagai pembicara dalam Forum dialog dengan tema "Menghitung Dampak Ekonomi Asian Games 2018", di Jakarta, Minggu (14/5).

INDOPOS.CO.ID - Asian Games ke-18 yang akan berlangsung pada tanggal 18 Agustus s.d. 2 September 2018 mendatang di Jakarta dan Palembang merupakan event internasional olah raga yang sangat bergengsi di kawasan Asia. Diperkirakan 45 negara akan hadir, melibatkan 10.000 atlet dan 5.000 officials untuk berkompetisi dalam event olah raga terbesar se-Asia tersebut.

Dengan posisi sebagai event internasional, menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro standar pengamanan event olahraga Asian Games 2018 pasti ketat sehingga aman dari teror.

Bambang meyakinkan masyarakat bahwa event Asian Games 2018 bebas dari teror dengan kerjasama dan dukungan semua pihak terkait. Hal ini beliau sampaikan untuk meyakinkan masyarakat terkait kejadian peristiwa teror yang terjadi di Surabaya dan Riau baru-baru ini. "Untuk pengamanan, semua anggarannya kan sudah ada. Praktis, akan ada pengamanan signifikan, terlebih untuk mengantisipasi teror,” ujar Bambang, kepada INDOPOS, Kamis (17/5).

Menteri PPN/Kepala Bappenas mengatakan peristiwa teror yang terjadi di Surabaya memang dapat berdampak pada sektor pariwisata di Tanah Air. Namun menurutnya, masyarakat dapat membantu mengurangi dampak buruk yang mungkin ditimbulkan, antara lain misalnya dengan tidak latah ikut mengunggah tulisan atau gambar-gambar yang belum jelas kebenarannya di media sosial. "Kita harus bisa membuktikan Indonesia itu aman dan kondusif, tidak akan ada gangguan atau teror terhadap pelaksanaan Asian Games 2018, termasuk gangguan jangka panjang terhadap investasi maupun pariwisata," kata Bambang.

Sebelumnya, Menteri Bambang Brodjonegoro menegaskan Asian Games 2018 tentunya akan memberikan manfaat ekonomi dan non-ekonomi bagi Indonesia sebagai tuan rumah. Manfaat ekonomi yang akan tercipta antara lain adalah meningkatkan sektor pariwisata, meningkatkan aktivitas ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, mendorong pengembangan kota melalui pembangunan infrastruktur fasilitas olahraga dan infrastruktur pendukung lainnya, dan merupakan ajang promosi strategis untuk membangun citra positif bangsa.

Disamping itu, Indonesia juga akan memperoleh manfaat non ekonomi, di antaranya meningkatkan kohesi sosial dan mendorong perubahan budaya, perilaku, dan karakter masyarakat, meningkatkan kualitas tenaga kerja untuk event internasional melalui partisipasi sukarelawan.

“Asian Games 2018 juga akan mendorong masyarakat untuk melakukan aktivitas olahraga sekaligus mengajak generasi muda untuk belajar mengenai semangat olahraga dan sportivitas, serta meningkatkan profil Indonesia di mata internasional,” ujar Bambang.

Menteri Bappenas menyampaikan bahwa dampak ekonomi yang tercipta dari ajang internasional ini dibagi menjadi dua kelompok, yaitu: dampak ekonomi langsung dan dampak ekonomi tidak langsung. Dampak ekonomi langsung merupakan besaran nilai ekonomi yang tercipta secara langsung akibat adanya aktivitas ekonomi yang dilakukan pada saat persiapan, saat acara berlangsung, dan saat setelah acara berlangsung.

Adapun dampak ekonomi tidak langsung adalah nilai ekonomi lanjutan yang tercipta akibat adanya efek pengganda dalam perekonomian, dimana efek yang akan terjadi adalah dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi di provinsi dan nasional, penyerapan tenaga kerja, serta peningkatan pendapatan.          

Bappenas memperkirakan dampak langsung pengeluaran peserta dan pengunjung Asian Games 2018 akan mencapai Rp 3,6 triliun, dimana pengeluaran sebesar Rp 2,5 triliun akan terjadi di Jakarta dengan konsentrasi persebaran peserta dan pengunjung sebanyak 70 persen, dan Rp 1,1 triliun di Palembang dengan konsentrasi persebaran peserta dan pengunjung sebanyak 30 persen. Kemudian, 88 persen pengeluaran berasal dari penonton dan wisatawan, diikuti 4,67 persen pengeluaran oleh atlet, 3,96 persen pengeluaran awak media, 2,34 persen pengeluaran officials, dan 0,77 persen pengeluaran sukarelawan.

Akomodasi diperkirakan menjadi komponen pengeluaran terbesar yang diperkirakan mencapai Rp 1,3 triliun, sementara komponen pengeluaran terbesar kedua adalah transportasi sebesar 640 miliar rupiah, makanan dan minuman sebesar 628 miliar rupiah, pengeluaran belanja mencapai 560 miliar rupiah, dan pengeluaran hiburan sebanyak Rp 280 miliar.

Bappenas saat ini sedang melakukan perhitungan untuk dampak tidak langsung, yang diperkirakan akan selesai dalam waktu dekat sebelum acara Asian Games 2018 dilaksanakan. “Kalau hitungan dampak tidak langsung ini sudah selesai, Bappenas dapat memperkirakan berapa sumbangan Asian Games 2018 terhadap pertumbuhan ekonomi, berapa sumbangannya terhadap lapangan kerja, serta berapa peningkatan  pendapatan masyarakat yang akan tercipta”, tegas Menteri Bambang dalam acara Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) beberapa waktu lalu.

Namun demikian, peluang ekonomi yang besar dari ajang Asian Games ini tentunya perlu dimanfaatkan secara maksimal oleh Bangsa Indonesia, jika kita ingin benar-benar mendapat manfaatnya.

“Peluang ekonomi yang dapat dimanfaatkan dari penyelenggaraan Asian Games 2018 dapat dicapai antara lain dengan menggencarkan promosi Asian Games dan wisata yang tepat sasaran, memberikan fasilitas dan kemudahan masuk ke Indonesia bagi turis mancanegara, meningkatkan kemudahan akses ke venue untuk penonton lokal, menyiapkan destinasi wisata dan infrastruktur pendukung, meningkatkan awareness wisatawan mancanegara tentang destinasi wisata melimpah di tanah air, termasuk wisata kuliner dan budaya, serta mengadakan event pariwisata dan event lainnya pada saat Asian Games berlangsung,” ucap Menteri Bambang.

Menteri Bambang menegaskan bahwa hasil estimasi dampak langsung ekonomi Asian Games 2018 ini dalam wujud angka-angka di atas masih merupakan hasil perhitungan tahap awal dari kajian yang lakukan, dan diharapkan dampak ekonomi Asian Games 2018 bagi Indonesia sebagai tuan rumah akan lebih besar lagi pada tahap lanjutan setelah diperoleh data survey nanti. (rmn)


TOPIK BERITA TERKAIT: #asian-games-bebas-teror #asian-games-2018 

Berita Terkait

IKLAN