Rabu, 20 Juni 2018 06:31 WIB
bjb idul fitri

Banten Raya

134 Perusahaan Mitra Resmi SMK di Banten

Redaktur: Sicilia

Ilustrasi.

INDOPOS.CO.ID - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Banten menargetkan 80 persen lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayahnya dapat terserap oleh industri setempat. Sisanya bisa melanjutkan ke perguruan tinggi atau berwirausaha, sehingga bisa menekan angka pengangguran di Banten.

Tahun ini, pihaknya sudah menandatangani perjanjian kerja sama dengan 134 perusahaan di wilayah Banten. ”Mereka siap menampung lulusan sejumlah SMK dengan berbagai program keahlian. Kami menargetkan sampai akhir tahun ini bisa menggandeng 700 perusahaan,” ujar Kepala Disdikbud Banten Engkos Kosasih Samanhudi kepada INDOPOS, Kamis (17/5).

BACA JUGA : Viral! Install Aplikasi Lazada sekarang dapat Diskon Hingga 80% dan Gratis Ongkir Selama Ramadhan

Saat ini, pihaknya sudah menerapkan program pendidikan keahlian yang disesuaikan dengan kebutuhan industri yang ada di Banten. ”Dengan kerja sama ini, setiap perusahaan akan membina minimal satu SMK. Ruang lingkup kerja sama dengan 134 perusahaan ini meliputi penyediaan sarana peraktek kerja industri (perakerin), penyelarasan kurikulum SMK, serta memfasilitasi magang guru di industri,” paparnya.

Dia juga mengungkapkan program ini sejalan dengan Gubernur Banten yang juga konsisten menekan angka pengangguran. Pihaknya mencanangkan program pendidikan vokasi, sesuai dengan Inpres nomor 9 tahun 2016 yaitu revitalisasi SMK dalam rangka peningkatan kualitas dan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia, sekolah SMK menyesuaikan kebutuhan industri.

”Jadi bagi kami, pendidikan itu tak hanya sekadar kegiatan belajar mengajar di sekolah, tapi juga berusaha agar dunia pendidikan ini dapat berkontribusi terhadap pengurangan pengangguran dan pengurangan kemiskinan yang ada di wilayah Banten. Jadi pendidikan harus berkesinambungan (sustainable),” kata Kosasih.

Dalam kesempatan itu, dia juga menerangkan, dalam tahap awal pihaknya sudah membekali para siswa bidang keahliannya masing-masing sesuai jurusan yang mereka pilih. Ada yang ahli di bidang otomotif, teknik mesin, teknik informatika, pariwisata, tata boga, pertambangan atau kelautan dan lain sebagainya.

”Ke depan, kami hanya akan memberikan rekomendasi pendirian SMK sesuai dengan potensi kebutuhan industri. Jangan sampai nanti siswa-siswa yang lulus dari pendidikan SMK malah jadi pengangguran karena tidak dibutuhkan oleh pasar,” tambahnya.

Dia juga menjelaskan, tahun ini pihaknya sudah bekerja sama dengan lembaga sertifikasi profesi dalam rangka penguatan kompetensi keahlian para siswa. “Jadi nanti siswa tak hanya sekadar lulus ujian, tapi mereka juga harus lulus dalam sertifikasi uji kompetensi. Misalkan siswa jurusan otomotif, mereka harus mempunyai sertifikasi bidang otomotif. Begitu juga siswa yang mengambil keahlian di bidang pariwisata, mereka harus punya sertifikasi keahlian di bidang pariwisata. Jadi nanti saat siswa menyelesaikan pendidikan tidak hanya menerima ijazah tetapi juga menerima sertifikat keahlian, untuk memberikan keyakinan kepada perusahaan bahwa siswa lulusan SMK siap pakai,” pungkasnya. (yas)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pemprov-banten 

Berita Terkait

IKLAN