Senin, 15 Oktober 2018 06:02 WIB
pmk

Nasional

Polri, BIN, dan BNPT Dinilai Kurang Maksimal Kelola Anggaran

Redaktur: Sicilia

Koordinator Investigasi Center for Budget Analysis (CBA), Jajang Nurjaman.

INDOPOS.CO.ID - Rentetan aksi teror yang baru-baru ini terjadi dinilai tidak terlepas dari kurang maksimalnya pengelolaan anggaran oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Badan Intelijen Negara (BIN) dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Kurang maksimalnya pengelolaan anggaran tersebut terlihat dari sebagian besar anggaran yang dimiliki habis untuk pos anggaran tidak produktif, seperti belanja pegawai.

"Polri misalnya, dari total anggaran yang dimiliki (tahun 2018) sebesar Rp 95 triliun, hampir setengahnya yakni sebesar Rp 44,2 triliun habis untuk belanja pegawai. Sedangkan terkait penindakan tindak pidana terorisme hanya dianggarkan senilai Rp 435,8 miliar. Ditambah anggaran terkait penanggulangan gangguan keamanan dalam negeri berkeadaan tinggi senilai Rp 3 triliun," ungkap Koordinator Investigasi Center for Budget Analysis (CBA) Jajang Nurjaman kepada INDOPOS, Kamis (17/5).

Dia juga mengungkapkan, dari total anggaran yang dimiliki (tahun 2018) Badan Intelijen Negara (BIN) sebesar Rp 5,6 triliun, sebagian besar digunakan untuk biaya dukungan administrasi dan SDM sebesar Rp 3,5 triliun. Sisanya digunakan untuk program pengembangan penyelidikan, pengamanan, dan penggalangan keamanan negara senilai Rp 1,9 triliun.

"Adapun terkait operasi intelijen dalam negeri dianggarkan senilai Rp 899 miliar, dan operasi kontra intelijen senilai Rp 411,2 miliar," ungkapnya.

Sedangkan BNPT, ditambahkan Jajang, dari total anggaran yang dimiliki (tahun 2018) sebesar Rp 505,5 miliar, anggaran untuk penanggulangan teroris bidang pencegahan dianggarkan senilai Rp 169 miliar, serta penanggulangan teroris bidang penindakan dianggarkan senilai Rp 122 miliar," tambahnya.

Atas kurang maksimalnya pengelolaan anggaran tersebut, ia pun meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk segera melakukan evaluasi. "Evaluasi yang kami maksud adalah penggunaan anggaran terkait penanggulangan aksi terorisme di tiga lembaga tersebut," pinta Jajang. (ydh)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #anggaran-penanggulangan-terorisme 

Berita Terkait

IKLAN