Jumat, 21 September 2018 12:02 WIB
pmk

Nasional

Kader Jadi Tersangka Korupsi, Pengamat: Elektabilitas Perindo Tenggelam

Redaktur: Sicilia

Bupati Bengkulu Selatan, Dirwan Mahmud tiba di Gedung Merah Putih, markas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan. Foto: Ismail Pohan /INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menilai, elektabilitas Partai Persatuan Indonesia (Perindo) bakal menurun, usai kadernya Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud dicokok KPK. Menurut Ujang, keterlibatan Dirwan sebagai Ketua DPW Bengkulu dalam kasus korupsi telah benar-benar mencoreng citra partai.

Apalagi partai besutan Hary Tanoesoedibjo itu merupakan salah satu parpol baru di ajang Pemilu 2019. ”Dengan maraknya pemberitaan soal penangkapan Bupati Dirwan Mahmud hari ini akan semakin membuat citra Partai Perindo tenggelam," Ujar Ujang saat dihubungi di Jakarta, Kamis (17/5).

Akademisi dari Universitas Al-Azhar Indonesia ini meminta kepada semua partai, termasuk Perindo harus tegas terhadap kadernya yang terjerat korupsi. ”Ini memerlukan ketegasan. Bila tidak, pembangunan di negara ini akan terhambat dan jauh dari target,” tutur Ujang.

Selain itu, dia mengingatkan kepada semua pimpinan dan kepala daerah untuk jangan bermain-main soal korupsi. "Yang jelas, soal korupsi ini jangan main-main, karena negara kita ini sedang darurat korupsi. Dan partai-partai pun harus sadar akan hal ini," pungkasnya.

Sebelumnya, KPK menetapkan Dirwan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan usai dijerat dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Selasa (15/5) malam. Dirwan ditangkap bersama istri dan keponakannya, yaitu Hendrati dan Nursilawati. (jaa)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #dirwan-mahmud #ott-bupati-bengkulu-selatan #bupati-bengkulu-selatan #partai-perindo 

Berita Terkait

IKLAN