Senin, 15 Oktober 2018 06:00 WIB
pmk

Hukum

Penahanan Bupati Kebumen Diperpanjang

Redaktur: Sicilia

Foto : Istimewa

INDOPOS.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan perpanjangan penahanan, kepada Bupati Kebumen periode 2016-2021, Mohammad Yahya Fuad yang diduga melakukan tindak pidana korupsi suap. Korupsi terkait dengan pengadaan barang dan jasa dana APBD Kabupaten Kebumen  tahun anggaran 2016.

Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada media, melalui pernyataan singkatnya di Gedung Merah Putih, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (17/5).

"Hari ini KPK kembali melakukan perpanjangan penahanan yang kedua, selama 30 hari kedepan. Dimulai tanggal 20 Mei hingga 18 Juni 2018," kata Febri. KPK sebelumnya menetapkan Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad sebagai tersangka dalam dua perkara.

Yahya ditetapkan sebagai tersangka suap dan gratifikasi atas suap izin proyek di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Kebumen, Jawa Tengah. Selain itu, KPK juga menetapkan dua orang tersangka lain yaitu Hojin Anshori (HA) dan seorang pihak swasta berinisial KML.

Keduanya dijerat dengan pasal 12 huruf B Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Sedangkan pada kasus gratifikasi, Yahya dan Hojin dijerat dengan pasal 12 huruf B Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (nue)


TOPIK BERITA TERKAIT: #korupsi-bupati-kebumen 

Berita Terkait

IKLAN