Rabu, 17 Oktober 2018 01:07 WIB
pmk

Indobisnis

Djakarta Lloyd Kantongi Laba Bersih Rp 36,6 Miliar

Redaktur: Ali Rahman

Djakarta Lloyd mulai tinggalkan kinerja perusahaan merugi.

INDOPOS.CO.ID - Predikat BUMN yang selalu merugi, sudah ditinggalkan  PT Djakarta Lloyd (Persero). Kinerja  perusahaan BUMN itu beberapa tahun ini semakin baik . Perusahaan BUMN tersebut bahkan terus mencetak laba bersih. Pada tahun 2017 perolehan laba mengalami peningkatan yang sangat baik. Dengan mampu memperoleh laba bersih Rp 36,6 miliar atau meningkat dari laba tahun sebelumnya Rp 29,7 miliar. 

"Kinerja Djakarta Lloyd kian cemerlang dengan kemampuannya mengubah status laporan keuangan Wajar Dengan Pengecualian (WDP) yang disandang selama 10 tahun, menjadi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), bahkan kini masuk dalam kategori (A) perusahaan sehat," ujar Direktur Utama PT Djakarta LIoyd Suyoto,  Kamis (17/5)

Ia menambahkan, langkah perbaikan ini tidak terlepas dari penyelesaian hutang pajak masa lalu Djakarta Lloyd melalui Program Tax Amnesty pada tahun 2017, yang berdampak pada terbitnya Surat Keterangan Tidak Dipungut (SKTD) dari Ditjen Pajak Kementerian Keuangan RI.

Untuk diketahui, pada Selasa (15/5) lalu, digelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta yang dipimpin Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan (KSPP) Kementerian BUMN Ahmad Bambang. Dalam RUPS  menetapkan Syahril Japarin sebagai Komisaris Independen. 

Sebelumnya, Syahril Japarin menjabat sebagai Dirut Perum Perikanan Indonesia. Dengan demikian susunan komisaris dan direksi PT Djakarta Lloyd sesuai hasil RUPS, adalah Komisaris Utama Maryono M Atmadja, Komisaris Independen, Syahril Japarin, Direktur Utama Suyoto, Direktur Tunggul Puspitha Dani.

Dalam RUPS dijelaskan bahwa Djakarta Lloyd dinilai telah berhasil menyelesaikan permasalahan yang menjadi dasar opini pengecualian pada laporan keuangan tahun sebelumnya, melalui SLA (Subsidiary Loan Agreement) yang dikonversikan menjadi tambahan PMN melalui Peraturan Pemerintah No 62/2017.

Beberapa apresiasi atas kinerja Djakarta Lloyd juga ditandai dengan diraihnya Turn Around Award dari Kementerian BUMN, awal 2018 lalu. Turn Around adalah sebuah penghargaan kepada BUMN yang telah mampu mengubah keadaan. Dari rugi menjadi untung, BUMN yang sangat bankable, dan dinyatakan sebagai perusahaan yang sehat.  

Bahkan  pelayaran nasional yang berusia 68 tahun pada Agustus mendatang, juga meraih penghargaan, “The Most Promosing Company in Tactical Marketing,” dalam ajang BUMN Marketeers Award 2018.  

Lebih lanjut Direktur Utama PT Djakarta Lloyd (Persero) Suyoto mengaku optimis membawa Djakarta Lloyd meraih kembali kejayaannya, “Kami berharap Djakarta Lloyd semakin berkembang,” ujarnya. 

Tentu dengan dukungan semua pihak melalui sinergi BUMN. “Kita berharap jika semua BUMN yang membutuhkan pelayanan angkutan cargo dapat menggunakan jasa kami. Karena kami sanggup untuk mengerjakannya. Kami mampu memberi pelayanan yang efisien, aman, dan harga yang sangat kompetitif," jelas Suyoto.

Pada tahun ini, Djakarta Lloyd telah membeli satu unit kapal tunda (tug bot) dan satu curah jenis handymax dengan bobot 56.000 Dead Weight Tonnage (DWT). Kapal bernama, “Dharma Lautan Intan,” di launching, 11 April 2018 lalu di Pelabuhan Batu Ampar, Batam yang disaksikan Menteri BUMN Rini Soemarno. (dai) 

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #laba-bersih-djakarta-lloyd 

Berita Terkait

IKLAN