Senin, 16 Juli 2018 11:53 WIB
bjb juli

Nasional

Terpidana Korupsi BLBI Kembalikan Gunungan Uang ke Kas Negara

Redaktur: Ali Rahman

Gunungan uang dari Samadikun saat disetor ke Bank Mandiri. Foto: Jawapos.com

INDOPOS.CO.ID - Terpidana koruptor kasus BLBI, Samadikun Hartono mengembalikan uang senilai Rp 87 Milyar ke kas negara melalui Bank Mandiri di Gedung Plaza Mandiri Jakarta Selatan, Kamis (17/5).

Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Tony T. Spontana mengatakan, pembayaran ini tidak dilakukan secara cash,  sebelumnya telah ditransfer terlebih dahulu oleh Samadikun ke rekening Bank Mandiri. Uang yang berada saat ini, kata dia, hanya merupakan bentuk simbolis semata.

"Simbolis saja uang ini sudah pasti masuk ke rekening Bank Mandiri dan saya harus pastikan juga akan disetorkan ke kas negara itu aja," ujar Tony seperti dilansir Jawapos.com.

Bahkan, uang ini murni merupakan pelunasan dari tersangka tanpa ada sangkutpautnya dengan aset yang disita Kejaksaan. Sehingga, Samadikun resmi melunasi denda kerugian negara yang dibuatnya

"Bukan dari penjualan aset yang disita. Artinya, dengan perluasan dengan kewajiban melunasi uang pengganti, berarti sudah tidak ada sangkutpaut lagi dengan aset yang bersangkutan. Saya kira kasusnya kelar. Bisa dikatakan tuntas, selesai," pungkasnya.

Samadikun dinyatakan bersalah berdasarkan keputusan Majelis Kasasi pada 23 Mei 2003. Ia terbukti telah menyalahgunakan dana BLBI yang dikucurkan pemerintah tahun 1998 untuk menyelamatkan Bank Modern.

Saat itu dana yang dikucurkan oleh pemerintah mencapai Rp 2,5 triliun. Sementara, kerugian yang dialami oleh negara dalam kasus itu mencapai Rp 169 miliar. Akibatnya, mantan Presiden Komisaris PT Bank Modern Tbk itu divonis empat tahun penjara.

Yang menarik, sebelum vonis dijatuhkan oleh Majelis Kasasi, Samadikun mengajukan izin berobat ke Jepang dan dikabulkan oleh Kejaksaan pada 27 Maret 2003. Izin selama dua minggu itu dikeluarkan oleh Kejaksaan dengan penjamin istri Samadikun, Nelly Chandra.

Tetapi, saat akan dieksekusi oleh Kejaksaan pada Mei 2003, Samadikun justru tidak ada di rumahnya. Diduga usai berobat ke Jepang, Samadikun tak kembali ke Tanah Air. Terlebih saat itu, Kedutaan Besar Jepang di Indonesia telah memberikan visa kunjungan selama 3 bulan bagi Samadikun. (eve/jaa/JPC)


TOPIK BERITA TERKAIT: #koruptor-kembalikan-uang #samadikun-hartono-kembalikan-uang 

Berita Terkait

IKLAN