Rabu, 17 Oktober 2018 02:15 WIB
pmk

Jakarta Raya

Jual Ribuan Materai Palsu ke Polisi, Pria Ini Dicokok

Redaktur: Ali Rahman

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Kedapatan menjual materai palsu. Seorang pria berinisial Syafuan NS alias SNS, 28, dicokok aparat Polres Pelabuhan Tanjung Priok. SNS ditangkap dari sebuah lokasi di kawasan Pademangan Jakarta Utara. Dalam aksinya, SNS menawarkan materai palsu jauh di bawah harga pasaran melalui internet secara online media sosial.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP Faruk Rozi mengatakan awalnya pihaknya melihat adanya seorang yang menjual materai bernilai nominal Rp 6 ribu seharga Rp 3 ribu. Padahal harga materai di seluru Indonesia sama, yakni Rp 6 ribu per 1 lembar materai. Karena curiga pihaknya langsung menggelar penyelidikan. Caranya, polisi yang menyamar mencoba menghubungi nomor telepon pelaku yang dicantumkan di sebuah situs jual beli. Setelah berkomunikasi, lalu polisi yang menyamar melakukan pembelian materai terhadap pelaku.

Selanjutnya materai yang dibeli itu dicek keasliannya ke kantor PT Peruri dan Kantor Pos pusat. Setelah dipastikan kalau materai tersebut palsu, langsung polisi melakukan penangkapan. ”Jadi materai itu satu harga se-Indonesia. Jadi kalau ada yang menjual materai murah pasti kami langsung  curiga. Makanya kami mencoba beli sekali lalu kami cek ke Peruri dan Kantor Pos untuk mengetahui keasliannya. Dan ternyata palsu,” urai Faruk di Mapolres Tanjung Priok, Kamis (17/5).

Kalau awalnya pelaku hanya menerima penjualan secara online, termasuk yang dilakukannya dengan polisi yang menyamar. Kali ini polisi meminta bertemu langsung dengan pelaku. Polisi beralasan hendak melakukan pembelian secara besar-besaran. Karena tergiur, akhirnya SNS bersedia bertemu langsung untuk mengadakan transaksi pada Rabu malam (16/5) di sebuah lokasi di Jalan Gunung Sahari RT 04 / RW 01 Pademangan Barat Jakarta Utara. Begitu transaksi hendak dilakukan, SNS langsung disergap petugas.

SNS hanya bisa pasrah ketika polisi menemukan 46 lembar besar berisi 2.300 helai materai palsu dagangannya. Disita pula yang satu unit motor Yamah Byson yang digunakan membawa ribuan materai palsu itu. Turut disita satu unit ponsel Nokia milik pelaku. ”Kami masih memeriksa yang bersangkutan untuk mengungkap asal materai palsu itu,” tandas Faruk.

SNS yang kini mendekam di sel tahanan polisi dijerat penyidik dengan berbagai pasal berlapis, yakni  Pasal 13 UU RI Nomor 13 Tahun 1985 tentang Bea Materai juncto Pasal 253 KUHP tentang pemalsuan materai juncto Pasal 257 KUHP dan/atau Pasal 3, 4, dan 5 UU No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara. (ind)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #materai-palsu 

Berita Terkait

IKLAN