Sabtu, 17 November 2018 07:45 WIB
pmk

Liga Italia

Buffon Masih Simpan Ambisi di Liga Champions

Redaktur:

Gianluigi Buffon.

INDOPOS.CO.ID - Akhirnya, keputusan tersebut menjadi kenyataan. Ya, musim ini menjadi yang terakhir bagi Gianluigi Buffon bersama Juventus sejak kali pertama dibelanya pasca pindah dari Parma pada 2001.

Hal tersebut diketahui tadi malam saat Gigi bersama presiden Juve Andrea Agnelli, agennya, dan Giorgio Chiellini menggelar konferensi pers. Artinya, laga melawan Hellas Verona besok malam menjadi yang terakhir bersama Nyonya Tua.

''Saya ingin berterima kasih kepada Juventus dan Presiden, terlepas dari peran institusionalnya di Juventus, yang benar-benar penting bagi (karir, Red) saya," ucap kiper 40 tahun tersebut. ''Ii (pergi dari Juve, Red) adalah kepuasan terbesar. Sebab, mereka adalah tim yang mampu membuat saya bisa menjejak usia 40 tahun dengan masih menampilkan yang terbaik dan bahagia,'' sambung pemilik rekor pemain dengan scudetto terbanyak itu.

Wajar bila Juve jadi tim yang paling berjasa dalam karir Gigi. Dia menghabiskan 17 tahun karirnya bersama Nyonya Tua sejak dibeli dari Parma pada 2001. Hampir semua trofi pernah dirasakan Gigi bersama Juve, kecuali Liga Champions.

Nah, itulah yang menjadi faktor Gigi tidak "sekalian" pensiun saat mengumumkan musim ini adalah musim terakhirnya di Juve. Dia masih menyimpan ambisi di Liga Champions setidaknya untuk satu musim lagi.

Terlepas dari kansnya yang masih bermain untuk musim depan, keputusan Gigi pergi dari Juve yang dibelanya selama 17 musim tetap banjir pujian. Salah satunya dari presiden UEFA Aleksander Ceferin. Menurut dia, Gigi adalah sosok pria sejati meski dia tidak bisa menerima aksi protes Gigi kepada wasit Michael Oliver saat leg kedua perempat final Liga Champions melawan Real Madrid (12/4).

Kala itu, laga yang dihelat di Santiago Bernabeu diwarnai kontroversi kepada Los Merengues yang mendapat hadiah penalti di menit terakhir saat bek Juve Medhi Benatia melanggar Lucas Vazquez. Nah, Buffon yang marah langsung memprotes keras keputusan Oliver sehingga berujung kartu merah langsung. Belakangan, sanksi kepada Buffon ditambah lagi dengan skorsing dua laga dari UEFA.

''Setelah pertandingan, saya berbicara dengan banyak orang, termasuk Agnelli dan Pierluigi Collina (direktur komisi wasit FIFA, Red). Reaksinya kala itu bisa dimengerti namun tidak bisa diterima karena melanggar kode disiplin. Tetapi, dia bukan troublemaker,'' kata Ceferin seperti dilansir La Stampa.

Lantas, siapa yang menjadi suksesor kapten di Juve sepeninggal Gigi? Ada dua nama yang muncul yakni Stephan Lichtsteiner dan Chiellini. Hanya, karena Lichtsteiner juga pergi musim depan, pilihan jatuh kepada Chiellini.

Pilihan tersebut sangat tepat. Sebab, Chiellini sudah bermain bersama Gigi dalam 13 musim. Menurut Gigi, bek 33 tauhn tersebut juga jadi faktor penting kukuhnya pertahanan Juve selama ini.  ''Saya tidak bisa memberi saran apa pun kepadanya. Kami sudah bekerja sama sejak 13 tahun lalu baik di dalam dan luar lapangan. Dia adalah sosok sempurna untuk kapten Juve,'' kata Gigi lagi.

Hal serupa berlaku bagi Wojciech Szczesny yang menjadi suksesornya di bawah mistar. ''Dia adalah pribadi yang cerdas. dia sejak awal sudah memperlihatkan hasratnya untuk ada di ruang ganti Juve,'' lanjut Gigi lagi. (io)


TOPIK BERITA TERKAIT: #gianluigi-buffon #liga-italia #juventus #serie-a 

Berita Terkait

Bukan Striker Bengal

Indosport

Bukan Striker Bengal

Indosport

Badai Bikin Tuan Rumah Gigit Jari, Genoa 1 vs Napoli 2

Liga Italia

El Faraon Pembeda

Liga Italia

Terima Kasih, Alvarez

Liga Champions

Abaikan Aksi Songong Mou

Liga Champions

IKLAN