Selasa, 25 September 2018 02:37 WIB
pmk

Indobisnis

APL Digitalkan Mitra UMKM

Redaktur:

BOS APL-Wakil Direktur Utama PT Agung Podomoro Land, Indra W. Antono. Istimewa

INDOPOS.CO.ID – PT Agung Podomoro Land (APLN) memanfaatkan teknologi digital guna menjawab tantangan usaha property dewasa ini. Sebagai pengembang telah berusia lebih 40 tahun, APL yakin sejumlah proyek unggulan akan terus tumbuh dan menjadi ikon atau kebanggaan di wilayahnya.

Tahun lalu APL berkerja sama dengan Samsung dalam mewujudkan teknologi pintar dalam membangun negeri lewat konsep Smarthome Living di beberapa proyek hunian garapan APL. Kini, APL kembali berinovasi untuk mewujudkan konsep pengalaman sarat digital dengan Salim Group.

Melalui unit usaha Salim Group yakni FiberStar, menggandeng perusahaan properti APL untuk mewujudkan konsep Salim Micro Digital Ecosystem yang resmi diluncurkan hari ini di Novotel Mangga Dua Square. Dengan dukungan infrastruktur telekomunikasi dari FiberStar, Salim Micro Digital Ecosystem yang akan digelar di berbagai Trade Mall milik Agung Podomoro, diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin hari tak lepas dari penggunaan teknologi di era globalisasi saat ini. ”Acara ini penting dan bersejarah bagi kami. Karena pada hari ini, kami melakukan penandatanganan Kesepakatan Bersama antara FiberStar dari Salim Group dengan Agung Podomoro Land dalam rangka mewujudkan konsep Salim Micro Digital Ecosystem di beberapa Trade Mall yang kami kelola,” ujar Wakil Direktur Utama PT Agung Podomoro Land, Indra W. Antono, Indra mengatakan, Salim Micro Digital Ecosystem ini adalah sebuah upaya dengan visi dan misi ideal untuk memperkuat UMKM di negeri ini dengan dukungan jaringan telekomunikasi yang berkualitas. ”Kami bangga dapat terlibat menjadi bagian dari upaya ini dan berharap cita-cita untuk menjadikan UMKM sebagai pilar ekonomi yang kokoh bagi Indonesia dapat terwujud,” kata Indra. Terdapat delapan Trade Mall milik Agung Podomoro yang akan menggelar Salim Micro Digital Ecosystem. Trade Mall tersebut adalah Mangga Dua Square, Tanah Abang Blok B, Thamrin City, Seasons City, Lindeteves Trade Center, Harco Glodok, Plaza Kenari Mas, dan Blok M Square.

Direktur FiberStar Thomas Dragono mengatakan, infrastruktur telekomunikasi yang berkualitas akan mendukung upaya peningkatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia. ”Kami percaya potensi UMKM di Trade Mall dapat ditingkatkan ke tahap berikutnya. Dengan Digital Ecosystem sebagai solusi yang meliputi eCommerce, FinTech, Logistic, Infrastructure & Innovation Factory, selain kepada pelaku usaha hal ini juga dapat memberikan kemudahan dan kenyamanan kepada pelanggan sebagai konsumen yang sangat penting bagi pengembangan usaha”, ujar Thomas.

Sebagai wujud operasionalisasi dari konsep Digital Ecosystem @Trade Mall ini, pada saat yang bersamaan juga dilakukan peluncuran Google Station, sebuah fasilitas WiFi publik terbaru di Mangga Dua Square yang merupakan hasil kerjasama antara FiberStar, Google dan CBN selaku mitra ISP. “Dengan kehadiran Google Station, pengunjung dan tenant dapat dengan mudah untuk mendapatkan akses WiFi yang stabil dan berkualitas, sehingga mendukung aktivitas digital keseharian mereka dan memberikan inovasi bisnis baru di era serba digital ini,” kata Thomas.

Vice President Corporate Marketing Trade Mall Agung Podomoro, Ho Mely Surjani, juga menyatakan hal yang senada dengan Thomas Dragono. Mely yakin, keberadaan ekosistem digital merupakan sebuah inovasi nyata yang akan memiliki pengaruh positif terhadap perkembangan minat pengunjung. Apalagi, menjamurnya marketplace dan toko online di Indonesia akhir-akhir ini juga mengubah trend belanja masyarakat Indonesia. “Semenjak maraknya online shopping di Indonesia, memang terdapat perubahan pola belanja masyarakat dari offline menjadi online,” ujar Mely.

Mely menambahkan, tujuan pengunjung terutama generasi milenial selain berbelanja adalah mencari pengalaman dan pengetahuan teknologi terbaru. Karena itu, Mely melihat dukungan jaringan telekomunikasi berkualitas dari FiberStar yang ada di Trade Mall dapat memungkinan para tenant (pelaku usaha) untuk memadukan toko fisik dan online sebagai pendekatan baru yang bisa sangat menarik dan dibutuhkan di era serba digital ini.

Masyarakat terutama generasi muda, kata Mely, lebih suka berbelanja di toko online karena berbagai kemudahan yang ditawarkan. Namun, salah satu kendalanya, konsumen hanya dapat melihat dan memilih dari kejauhan melalui foto atau video dan tidak bisa secara langsung menadapatkan barang yang dibelinya. "Dengan adanya kombinasi toko fisik dan online, sambil menikmati kenyamanan fasilitas Mall, konsumen dapat melakukan browsing untuk melihat dan memilih barang yang akan dibeli," ujar Mely.

Mely berharap adanya ekosistem digital yang digelar oleh FiberStar di Trade Mall milik Agung Podomoro akan semakin meningkatkan minat dan kehadiran pengunjung. “Harapan saya dengan adanya sistem ekosistem digital seperti ini dapat memberikan tambahan pengalaman baru dan menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung,” kata Mely.

Selain itu, Mely mengatakan, dimulainya kerjasama antara FiberStar dengan Trade Mall milik Agung Podomoro Group ini dapat menjadi awal hubungan kerja sama yang baik dengan unit usaha Salim Group yang lain. “Kita tahu bahwa unit usaha Salim Group sangat banyak, kami berharap dengan dimulainya kerjasama ini maka nantinya akan lebih banyak lagi unit usaha Salim Group yang bisa bekerjasama dengan Trade Mall kami,” tutur Mely.

Mely mengatakan, Trade Mall juga telah melakukan program-program dengan pendekatan Ready Online to Offline (O2O). “Kami juga mempertimbangkan trend bisnis offline dan juga online untuk tahun-tahun kedepan, oleh karena itu kami menyiapkan program kolaborasi Offline dan Online (O2O) di Trade Mall Agung Podomoro dalam hal fasilitas dan fitur baru. Semua ini kami harapkan bisa meningkatkan bisnis TM di masa depan,” pungkasnya. (dni)


TOPIK BERITA TERKAIT: #agung-podomoro-land #properti 

Berita Terkait

IKLAN