Selasa, 13 November 2018 11:27 WIB
pmk

Ekonomi

Sinergi DPR REI DKI-Fakultas Teknik UI

Redaktur:

KERJA SAMA-DPD REI DKI bekerja sama dengan Fakultas Teknik UI menggeber Real Estate Executive Program. DEWI MARYANI/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Program itu bertujuan mencetak pengusaha muda dengan kompetensi mumpuni di bidang real estat dari hulu sampai hilir. Tidak hanya itu, memiliki kemampuan membaca peluang Investasi properti Indonesia. ”Program ini sangat istimewa. Memadukan konsep manajemen modern dengan pengalaman nyata dari pakar real estate terkemuka. Program ini layak diikuti para profesional muda yang ingin meningkatkan kompetensi sekaligus menjalin network bisnis,” tutur Ketua DPD REI DKI Jakarta Amran Nukman, di Jakarta, Kamis (17/5).

Melalui institusi pendidikan, REI DKI ingin mendukung dan mendorong lahirnya sumber daya manusia (SDM) sebagai pelaku bisnis di industri real estat. Karena itu, berbeda dengan kegiatan sejenis, program itu lebih mengedepankan cara seseorang mencapai sukses. Khususnya calon pengembang dan pengembang pemula. ”Karena setiap materi merupakan ilmu bisnis terkini. Selain itu, tenaga pengajar merupakan senior-senior REI sekaligus praktisi properti terbukti sukses menjalanakan bisnis real estat,” imbuhnya.

Sejumlah pemateri itu antara lain Ketua Umum DPP REI Soelaiman Soemawinata, Presiden Direktur Eureka Group Lukman Purnomosidi, Ketua DPD REI DKI Jakarta Amran Nukman, Direktur Metropolitan Land Wahyu Sulistio, Direktur Ciputra Group Meiko Handoyo, Wakil Ketua Umum DPP REI Bidang Pertanahan Adri Istambul Lingga Gayo, Thomas Go, Roysan Aruan, Chandra Rambey, Hargo Mandirahardjo, Hery Sulistyono, dan Ghofar Rozag Nazila.

Sedang dari Fakultas Teknik UI, Dekan Fakultas Teknik UI Hendri D.S. Budiono, Yandi Andri Yatmo, Emirhadi Suganda, dan sejumlah pengajar FT-UI lainnya.

Dalam setiap sesi materi yang diajarkan, mahasiswa Real Estate Executive Program langsung diajarkan hal-hal bersifat teoritis dan sharing pengalaman lapangan dengan tenaga pengajar. Beberapa materi diajarkan di antaranya soal mindset dan platform bisnis properti,  perencanaan bisnis, pembebasan lahan, lingkungan, permodalan, hukum (legal) dan lain-lain.

Presiden Direktur Eureka Group Lukman Purnomosidi, dalam sharing session pada pokok bahasan mengenai membangun bisnis real estat menjelaskan sejumlah tantangan sekaligus peluang terbuka lebar pada sektor perumahan. Di antaranya, tantangan terkait dampak penurunan nilai tukar rupiah terhadap bisnis properti, cara jitu dalam bertindak, mengubah tantangan menjadi sebuah peluang.

Pelaku usaha dalam negeri saat ini cukup was-was. Itu karena salah satu cara untuk menyelamatkan rupiah dengan menaikkan suku bunga acuan BI 7 days repo rate. Meski masih menjadi keputusan dilematis, rezim bunga rendah, tampaknya bakal segera berakhir. ”Kalau sudah bicara suku bunga, hampir pasti pengaruhnya akan dirasakan semua sektor usaha. Tentu, tidak terkecuali sektor properti dan perumahan. Karena itu, pengembang perlu mencermati implikasi terhadap bisnis properti. Dalam Kondisi pasar properti masih lemah, diharap pemerintah mengeluarkan kebijakan yang merelaksasi dunia usaha seperti kebijakan keringanan perpajakan, suku bunga, dan kebijakan lain,” tegas Lukman. (dew)


TOPIK BERITA TERKAIT: #ekonomi 

Berita Terkait

128 Pedagang Malam Surken Terusir

Megapolitan

Gesits Sudah Dipesan 30 Ribu Unit

Nasional

Dorong Perizinan Bagi IKM

Jakarta Raya

Terinspirasi dari Hobi Traveling

Jakarta Raya

SOS Patok Revenue Rp 1 Triliun

Ekonomi

Saham Kota Melejit 69 Persen

Ekonomi

IKLAN