Kamis, 15 November 2018 03:09 WIB
pmk

Nasional

Pasukan Gabungan TNI-Polri Harus Memiliki Payung Hukum

Redaktur: Redjo Prahananda

INDOPOS.CO.ID - Pengamatan Pertahanan, Susanintyas NH Kertopati menaruh atensi khusus terhadap pembentukan Koopsusgab Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab)

Pembentukan pasukan gabungan ini harus dipahami sebagai suatu lembaga bersifat temporary (sementara), dan harus memiliki payung hukum. Menurut Susanityas, Payung hukum ini bisa dalam bentuk Peraturan Presiden.

Payung ini memiliki fungsi,mengatur dan mengarahkan pasukan tersebut agar tidak terjadi kesalahan di lapangan antara tupoksi Polisi dan TNI di kesatuan Koopssusgab ini agar kinerja pasukan ini berjalan lancar.

"Koopssusgab disebut-sebut akan ikut turun dalam pemberantasan terorisme. Tentu harus memiliki aturan jelas, agar  tidak terjadi tumpang tindih tugas TNI dan Kepolisian," kata dia di Jakarta, Sabtu (19/5)

Harus dipahami beda tugas antar Kepolisian dan TNI dalam penanganan terorisme. Apabila terorisme menggunakan senjata konvensional, maka ranah penanganan oleh Kepolisian. 

Namun, bila muncul aksi terorisme menggunakan bom dan menyerang objek vital, apalagi sampai mengancam keamanan negara, maka penanganan menjadi tugas TNI.

Karena itu, pasukan gabungan ini membutuhkan koordinasi baik antara dua lembaga tersebut. "Harus terdapat  koordinasi  baik antara dua lembaga di Koopssusgab ini. Jangan sampai terjadi ego sektoral, sehingga nanti malah membuat kinerja pasukan gabungan ini menjadi kurang," beber dia.

(sho)


TOPIK BERITA TERKAIT: #tni #polri #terorisme 

Berita Terkait

Tangkal Aliran Dana Kelompok Teroris

Nasional

Bom Jatuh, Terduga Teroris Dilumpuhkan

Headline

Oknum Penyidik Polda Sumut Dilaporkan ke Kapolri

Headline

Kemendagri dan Polri Terbanyak OTT Pungli

Politik

Empat Napiter Tewas di Nusakambangan

Nasional

IKLAN