Kamis, 15 November 2018 04:07 WIB
pmk

Wanita

Malinda Trisnawati, Owner Studiokoe dan Infinitystraps Memulai Karir dari Tali Tas Putus

Redaktur:

Malinda Trisnawati, Owner Studiokoe dan Infinitystraps. FOTO-FOTO; DOK. PRIBADI

INDOPOS.CO.ID - Berbagai cara dilakukan seseorang untuk mencapai yang namanya kesuksesan. Namun, ada juga yang mencapai kesuksesannya dari hal yang terbilang di luar dugaan. Salah satunya Malinda Trisnawati. Berikut ulasannya

Sukses di dunia usaha merupakan mimpi setiap orang. Malinda Trisnawati termasuk salah satunya. Awalnya, Owner Studiokoe dan Infinitystraps ini memulai karir usahanya dari hal-hal yang kecil. Itu pun berawal dari iseng-iseng.

Perlahan semua akan berkembang. Kemudia ia mendapatkan tawaran untuk menjadi event organiser bersama dengan partner kerjanya. Aktivitas itu sempat berlangsung beberapa lama, tapi sekarang sudah tidak lagi dilanjutkan olehnya.

”Tapi, karena saya memang dari sananya menyukai hal-hal yang tertata rapi dan sejenisnya, makanya sekarang ini saya buka studio foto,” ujarnya kepada INDOPOS saat ditemui di salah satu Mall di Jakarta, Rabu (16/5).

Di samping itu, ibu dari dua bersaudara, yakni Farrell dan Gerrard ini juga memiliki sebuah usaha online shop. Di situ dia berjualan strafe untuk tas supaya bisa lebih berwarna. Nah, memulai usaha itu terbilang cukup unik dan tidak disangka-sangka.

“Itu awalnya dari tas saya yang talinya putus. Karena saya mau jalan, jadi talinya saya gantikan dengan tali apa saja yang ada. Sehingga tas saya jadi belang (beberapa warna). Ternyata banyak yang suka, makanya saya coba usaha itu,” kenangnya.

Hanya saja, setiap usaha itu sudah menjadi rahasia umum jika ada yang ikut-ikutan memproduksi hal yang sama dengan yang diproduksi orang lain. Sehingga, untuk tas jenis itu banyak yang palsu atau bukan dari produsennya.

Termasuk dengan strafe yang diproduksinya. Saat ini sudah banyak yang ikut memproduksinya dengan menggunakan kulit sintetis. Bahkan ada yang menggunakan tali rafia dengan cara dikepang-kepang.

”Jadi usaha itu memang banyak saingannya. Maka dari itu, untuk bisa bertahan, saya tetap konsisten untuk memperhatikan kualitas dari produk barang yang saya jual,” sebut wanita kelahiran Magelang, 4 Agustus 1982 ini.

Pastinya, dalam menjalani usaha itu seseorang harus perbanyak bergaul. Dengan begitu, informasi yang didapatkan dan perluasan informasi usaha yang digeluti bisa didapatkan dari teman-teman serta pelanggan yang sudah menggunakan produk itu.

Menyikapi tantangan dalam berbisnis, ia mengaku dengan cara melakukan kolaborasi dengan brand-brand yang menengah ke atas. Kebetulan harga produknya itu juga lumayan bergengsi, yakni berkisar dari Rp 1 juta hingga Rp 2 juta.

”Alhamdulillah, sudah sekitar tiga tahun saya dapat tetap konsisten dengan usaha saya. Sekarang sudah ada market sendiri. Intinya, banyak yang tetap bertahan menggunakan produk saya, karena mereka mengaku sempat beli di lain tapi tidak sesuai harapan,” pungkasnya.

Tak Cakap di Akademik, Lebih Banyak Bergaul

LIKA-liku kehidupan seseorang tidak ada yang tahu. Sama seperti Malinda Trisnawati, yang saat ini menjadi Owner Studiokoe dan Infinitystraps. Wanita kelahiran Magelang 1982 ini mengaku dia tidak begitu cakap di akademik.

Namun, di luar dari dunia pendidikan, ibu dari Farrell dan Gerrard ini mengaku dirinya bisa lebih eksis. Karena dibandingkan dengan belaljar, ia memang lebih banyak bergaul sebagai upaya untuk menambah wawasan dan pengalaman dari luar pendidikan.

”Saya SD dan SMP di Temanggung. Lalu SMA saya di Semarang dan berikutnya lanjut kuliah di Jakarta. Terakhir saya lanjut ke Beijing,” ujarnya kepada INDOPOS saat ditemui di sebuah Mall di Jakarta, Rabu (16/5).

Jadi, kata dia, waktu di BLCU (Beijing), dia memang jarang masuk kuliah. Di situ, dia lebih banyak komunikasi ke orang-orang cina yang dikenalinya. Tentunya, dari kejadian tersebut ada hikmah yang dapat diambil olehnya.

Menurutnya, seseorang itu tidak perlu pintar, melainkan perbanyak bergaul dengan orang lain. Dengan cara seperti itu, dia yakin setiap orang pasti akan lebih mudah untuk mencapai kesuksesan atau keberhasilan seperi apa yang diharapkan. ”Kalau kamu pintar sekali, bisa jadi kamu kerja sama orang. Tapi kalau kamu banyak bergaul, maka kamu akan buka usaha sendiri dan kamu akan berhasil,” tuturnya.

Selain itu, ia juga mengaku saat di Beijing sempat ditemui oleh seorang produser yang ingin mengajaknya bergabung untuk main film. Namun, tawaran itu ditolaknya dengan berbagai alasan, salah satunya karena dia belum begitu bisa Bahasa Mandarin

”Terus, karena mungkin waktu itu saya masih terlalu polos, saya sempat berpikiran takutnya saya bukan diajak main film, tapi malahan di jual,” akunya. Untuk dimaasa sekolahnya sendiri, ia juga sempat mendapatkan beberapa prestasi. Salah satunya ditetapkan sebagai juara satu se Temanggung pada lomba menulis honocorokop atau tuisan seperti yang digunakan untuk nama-nama jalan seperti di Jogjakarta. Intinya, jangan ada kata menyerah dan putus asa dalam mengejar apa yang diharapkan.

Keluarga Tetap Nomor Satu

MESKI sudah memiliki karir yang terbilang sudah cukum menjanjikan, ternyata pekerjaan bukanlah segalanya bagi Malinda Trisnawati, Owner Studiokoe dan Infinitystraps. Tapi, dalam hidup, keluarga menurutnya yang nomor satu.

Saat ini, orang tuanya tinggal di Temanggung. Karena sudah berpisah dengan suaminya, jadi ia hanya tinggal bersama dengan dua anaknya di Jakarta. Pastinya, untuk berkarir dari keluarga tetap mendukung atau memberikan suport.

”Saya di sini (Jakarta) tinggal sendiri sejak saya masih SMA. Sampai sekarang saya sudah menjadi tulang punggung keluarga,” ujarnya kepada INDOPOS saat ditemui di sebuah Mall di Jakarta, Rabu (16/5). Jika wanita kelahiran Magelang 1982 ini sedang ke luar kota, anak-anaknya dijaga ibunya (nenek dari kedua akannya). Jadi, meskipun jauh, dia tidak begitu khawatir dengan kedua anaknya, karena sudah ada yang jagain dan ngurusin. Paling tidak ada perasaan tenang dan fokus dalam beraktivitas mencari rezeki.

Sedangkan untuk waktu dengan anak-anak, sudah tidak dapat dipungkiri menjadi seorang yang memiliki karir tentu akan sangat sedikit. Jadi, waktu yang tidak terlalu panjang dengan anaknya itu dimanfaatkannya untuk hal-hal yang bermanfaat.

”Anak saya itu sudah pada sekolah semua, jadi mereka juga disibukkan dengan aktivitas sekolah dan les sekolahnya. Tapi saat malam, kita tetap makan bersama,” sebutnya. Bahkan, saat weekend, anak-anaknya juga selalu bersamanya untuuk menghabiskan waktu bersama. Dengan anaknya, ia juga sering bercerita tentang sesuatu yang memiliki moral stori yang baik dan bermanfaat buat anak-anaknya.

”Pastinya, saya tetap terus berusaha untuk bisa ada waktu buat anak, minimal bisa makan bareng (bersama, Red). Waktu senggang saya prioritaskan untuk anak-anak. Keluarga yang pertama bagi saya,” sebutnya. Selain itu, ia juga menceritakan mengenai masalalunya yang sempat kecelakaan, tepatnya sekitar setahun lalu. Di situ, ia mengalami luka yang cukup parah di bagian wajah. Awalnya, ia sempat putus asa dengan tidak mau bertemu dengan siapapun.

Namun secara perlahan dia mulai bangkit kembali, salah satunya dengan membuka studio foto. ”Dengan memiliki studio foto sendiri, tentu saya bisa mengarahkan semuanya untuk bisa tetap kelihatan baik. Alhamdulillah, akhirnya semua bisa berjalan baik hingga sekarang,” pungkasnya.

(iwan kurniawan)

BIODATA

Nama                           : Malinda Trisnawati

TTL                             : Magelang, 4 Agustus 1982

Jabatan                        : Owner Studiokoe dan Infinitystraps

Anak                           : Farrell

                                     Gerrard

Pendidikan                  : SD Pangudi Utawi Temanggung

                                     SMPN 2 Temanggung

                                     SMA Karangturi Semarang

                                     Untar Jakarta

                                     BLCU, Beijing Cina

Pengalaman kerja        : Herwoeld Magazine

                                     Bank HAGA


TOPIK BERITA TERKAIT: #inspirasi 

Berita Terkait

IKLAN