Selasa, 13 November 2018 07:56 WIB
pmk

Kesehatan

Beda Usia Ternyata Beda Nutrisi

Redaktur:

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Tuntutan pekerjaan dan keluarga mengharuskan perempuan memiliki kesehatan tubuh yang prima dan energi yang cukup untuk beraktivitas sehari-hari. Namun terkadang, terlalu sibuk beraktivitas, membuat kebutuhan nutrisi tak terpenuhi.

Padahal, pada setiap tahap kehidupan perempuan, keseimbangan antara nutrisi dan olahraga teratur menjadi faktor yang sangat menentukan. Maka itu, perempuan wajib memiliki kemampuan untuk mengetahui jenis-jenis nutrisi yang penting pada setiap fase usia.

Pengetahuan itu dapat membantu perempuan mendapatkan keseimbangan alami tubuh serta menikmati hidup sehat. Senior Director Worldwide Nutrition Education and Training Herbalife Nutrition Susan Bowerman mengatakan, pada saat remaja perempuan sering kali tidak banyak berpikir saat memutuskan untuk mengkonsumsi makanan. Seperti pizza atau makanan cepat saji lain.

''Namun, seiring bertambahnya usia, asupan nutrisi menjadi penting untuk diperhatikan,'' urainya. Sebab, nutrisi yang salah malah membuat seseorang kehilangan keseimbangan dalam tubuhnya.

"Pada usia 20-an, harus minum cukup air putih. Ketika anda sedang bergegas untuk menjalankan aktifitas seperti ke sekolah, ke kantor atau kegiatan sosial lain, sangat gampang untuk melupakan kondisi hidrasi tubuh," ulasnya.

Menurutnya, meski banyak perempuan tahu bahwa tubuh yang terhidrasi dengan baik adalah kunci untuk melawan suhu panas tubuh akibat dari aktivitas yang dilakukan, tapi kebanyakan tidak melakukannya. Maka itu, sambungnya, untuk mengatasinya, bawalah botol air besar setiap hari, minimal dua liter setiap hari.

"Perhatikan juga asupan kalsium dan asam folat. Jangan lupa bahwa di usia 20-an tubuh anda masih membangun tulang. Tulang akan kuat jika setidaknya anda mengkonsumsi 1.000 mg kalsium setiap hari," bebernya.

Kebutuhan nutrisi pada usia 30-an harus lebih memperhatikan asupan kalori. Pola makan tidak bisa seperti masa remaja.

Di usia 30-an metabolisme mulai melambat dan perempuan mulai kehilangan massa ototnya. "Ganti asupan makanan yang berasal dari olahan karbohidrat (roti dan kue) atau minuman manis dengan asupan makanan dari makanan segar dan air," imbaunya.

Susan juga menyarankan untuk menyempatkan diri berolahraga. Dia menjelaskan, massa otot perempuan akan menurun sekitar lima persen setiap dekade dimulai sejak usia 30-an.

Pada usia 40-an harus mulai memperhatikan kondisi jantung. Kolesterol dan tekanan darah

akan naik seiring semakin dekat dengan fase menopause.

"Lindungi jantung anda dengan olahraga rutin dan makan makanan sehat. Lebih baik untuk memilih sayuran berwarna hijau gelap dan buah-buahan segar. Nutrisi penting adalah vitamin D dan antioxidan," sarannya.

Di fase ini, sambung dia, penting untuk memperhatikan asupan vitamin D dalam tubuh. Vitamin D membantu tubuh untuk menyerap kalsium lebih baik.

Sementara di usia 50-an dia menyarankan agar mengkonsumsi lebih banyak serat. Berdasarkan data dari The National Heart, Lung, and Blood Institute, pada perempuan, risiko penyakit jantung menjadi lebih tinggi ketika menginjak usia 50-an.

"Serat akan membantu menekan tingkat kolesterol dalam tubuh, yang akan berdampak baik pada kesehatan jantung anda. Serat juga menjaga anda untuk kenyang lebih lama sehingga bisa mengontrol berat badan," urainya.

Untuk Anda yang berusia 60-an tahun, harus lebih banyak bergerak. Banyaknya waktu luang memberikan keuntungan tersendiri ketika memasuki usia 60-an. (dew)

Mau Tahu Kamu Butuh Apa?

- Nutrisi untuk usia 20-an tahun bisa didapat dari beberapa jenis makanan seperti yoghurt, susu, tahu, dan sarden.

-Usia 30-an tahun penting untuj menjaga massa otot. Tambahkan sedikit olahraga berat seperti angkat beban ke dalam porsi olahraga rutin. Selain itu, jangan lupa mengkonsumsi protein dalam jumlah yang memadai untuk membantu menghindari hilangnya massa otot.

-Pada usia 40-an tahun mengkonsumsi vitamin D membantu menjaga sistem imun tetap kuat, serta membantu menghidari kanker payudara dan kanker usus besar. Makanan yang direkomendasikan pada fase ini adalah paprika merah, jeruk, wortel, ubi jalar dan kacang-kacangan.

- Sedangkan usia 50-an tahun nutrisi penting adalah Omega 3 dan B12. Beberapa kajian memaparkan bahwa 10 persen hingga 30 persen orang berusia 50 tahun ke atas, kemampuan tubuh untuk menyerap vitamin B12 dari makanan akan berkurang. Maka dari itu,  perlu dipertimbangkan untuk menambahkan suplemen vitamin B12, serta meningkatkan asupan Omega 3 dengan mengkonsumsi makanan seperti ikan salmon, minyak ikan, dan lain-lain.

- Sementara usia 60-an tahun asupan nutrisi ditambah dengan probiotik menjadi penting pada anda yang berada di fase usia ini. Kesehatan pencernaan kita berubah seiring bertambahnya usia. Berkurangnya bakteri bersahabat di tubuh kita diikuti menurunnya kemampuan tubuh untuk menyerap nutrisi penting. Maka dari itu, perlu mengkonsumsi probiotik untuk merangsang pertumbuhan bakteri bersahabat dalam tubuh.


TOPIK BERITA TERKAIT: #kesehatan 

Berita Terkait

Kuncinya, Gizi Seimbang Ditambah Susu

Jakarta Raya

Dehidrasi Sebabkan Batu Ginjal

Jakarta Raya

Pasien Tinggal Datang, Tak Perlu Antre

Jakarta Raya

Lima Kelurahan Belum Miliki Puskesmas

Megapolitan

Nyeri Sendi Rutin, Waspada Sarkoma

Jakarta Raya

Dermatitis Atopik, Penyakit Kulit Langganan Bayi

Jakarta Raya

IKLAN