Kamis, 18 Oktober 2018 06:11 WIB
pmk

Nasional

Lima Poin ini Buat RUU Terorisme Belum Rampung

Redaktur: Redjo Prahananda

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Pembahasan revisi Undang-undang nomor 15 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme, bergulir sejak 2016 lalu dan berlangsung hingga saat ini. 

Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Mardani Ali Sera, menyebutkan, lamanya pembahasan ini karena ada beberapa masalah yang diinvestasi dan sebagian persoalan masih perlu dibahas.

Terdapat lima poin cukup alot, antara lain:  definisi, masa penahanan, penyadapan, keterlibatan TNI, dan terakhir tentang hukuman mati. Lima poin ini dinilai cukup krusial dan memakan cukup banyak waktu dalam pembahasan.

"Setiap Undang-undang ini, kami memikirkan tentang konsekuensi. Memang, harus dimaklumi kalau lambat, tapi pasti ini bukan sengaja diperlambat," kata dia di Jakarta, Sabtu (19/5).

Kendati demikian, dia optimistis pembahasan RUU ini bisa segera diselesaikan, mengingat poin -poin tersebut sudah disepakati.  Dia berharap, RUU ini bisa rampung sampai 1 dekade ke depan.

Diperkirakan akhir bulan ini pengambilan keputusan tingkat satu di Pansus selesai, sehingga sebelum Juni berakhir RUU Terorisme sudah bisa disahkan."Kenapa lama, karena harus hati-hati. Kami ingin RUU ini bisa berlaku hingga 10 tahun ke depan,". (sho) 

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #ruu-terorisme 

Berita Terkait

IKLAN