Senin, 19 November 2018 02:02 WIB
pmk

Jakarta Raya

Revitalisasi Ciliwung Belum Optimal

Redaktur:

MELUAP - Warga Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur, dikejutkan luapan Kali Ciliwung, Minggu (20/5) dini hari. Air kiriman dari Bogor ini datang dengan tiba-tiba, saat warga tengah melaksanakan makan sahur. NASUHA/INDOPOS

PROGRAM revitalisasi sungai Ciliwung, belum membebaskan DKI Jakarta dari banjir. Warga Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur, dikejutkan luapan Kali Ciliwung, Minggu (20/5) dini hari. Air kiriman dari Bogor ini datang dengan tiba-tiba, saat warga tengah melaksanakan makan sahur.

“ Kaget juga, air datang tiba-tiba jam 03.00 WIB,” ujar Eni (47), salah seorang warga yang tinggal di RT10, RW 05 Kelurahan Kampung Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur ditemui di kediamanya, Minggu (20/5).

Menurut Eni, untuk melaksanakan makan sahur ia bersama keluarga harus mengungsi di lantai dua rumahnya. “ Alhamdulillah barang-barang ada di lantai dua,” katanya.

Sementara itu, Lurah Kampung Melayu Setiyawan mengatakan, luapan Kali Ciliwung datang pukul 03.00 WIB dan surut pada pukul 10.00 WIB. Ketinggian air di permukiman warga bervariasi dari 30 hingga 60 Centimeter (CM).

“ Tidak ada warga yang diungsikan. Warga mengungsi di lantai dua rumahnya,” ujarnya.

Ia menyebutkan, wilayah di Kelurahan Kampung Melayu yang terdampak banjir di antaranya RW. 4 (RT.12 dan RT.13), RW.05 (RT.10 dan RT.11), RW. 7 (RT. 1, 2, 3, 4, 5, 6, 8, 16 dan RT.17), RW.8 (RT.4, 6, 9, 10, 13, 14, 15 dan RT.16).

“ Banjir paling tinggi di RW.4 dan RW.5 dengan ketinggian air hingga 60 CM,” terangnya.

Sementara, jumlah Kepala Keluarga (KK) yang terdampak sebanyak 210 KK dengan 715 jiwa. Untuk mengatasi banjir, menurut Setiyawan pihaknya menyedot air menggunakan pompa yang berada di Jalan Inspeksi Ciliwung.

Ketika dikonfirmasi INDOPOS terkait program penanganan banjir di DKI Jakarta, Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta Teguh Hendrawan enggan berkomentar. " Nanti ya, besok pagi saja ya. Saya masih berbuka puasa," ujarnya sembari menutup telepon selulernya.

Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Iman Satria menegaskan, akan terus mengevaluasi kinerja Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) terkait, apabila penanganan banjir tidak optimal.

" Untuk anggaran kami support, tapi kalau banjir terus kami minta Pemprov DKI evaluasi kinerja SKPD terkait, di sini Dinas Tata Air," katanya.

Pengamat perkotaan Yayat Supriyatna, menilai revitalisasi sungai Ciliwung belum optimal mengatasi banjir.Untuk itu, Pemprov DKI harus sesegera mungkin meningkatkan upaya penanganan banjir. “Sehingga kejadian banjir yang menimpa warga dapat dihindari,” tandasnya. (nas)


TOPIK BERITA TERKAIT: #banjir #pemprov-dki #revitalisasi-sungai 

Berita Terkait

Lebak Terancam Banjir dan Longsor

Banten Raya

Pendekatan Ini Atasi Masalah Ekosistem Danau di Jakarta

Jakarta Raya

Hujan Petir, Waspada Banjir

Headline

Anggaran Revitalisasi TIM Capai Rp 1 Triliun

Jakarta Raya

DKI Responsif, Jabar Belum Ada Kabar

Megapolitan

IKLAN