Rabu, 21 November 2018 03:19 WIB
pmk

Ekonomi

Bidik Penyaluran Kredit Rp 1,72 Triliun

Redaktur: Jakfar Shodik

EKSPANSIF-Dirut Bank Ina Edy Kuntardjo optimistis performa perusahaan membaik. Photo IST

INDOPOS.CO.ID - Bank Ina Perdana (BINA) mematok penyaluran kredit tahun ini mencapai Rp 1,72 triliun. Tumbuh 15 persen dibanding periode sama 2017 di kisaran Rp 1,49 triliun. Untuk mewujudkan impian itu, perusahaan bakal fokus dengan menekan non-performing loan (NPL).

Direktur Utama Bank Ina Perdana Edy Kuntardjo mengaku akan mengurangi exposure pada perusahaan multifinance sebagai penyumbang NPL. Selain itu, akan memacu penyaluran kredit pada sektor-sektor produktif lain, macam perkebunan dan manufaktur. ”Kami, secara bertahap menuntaskan masalah NPL. Tahun ini diharap NPL berada di level 2 persen,” tutur Edy di Jakarta, Senin (21/5).

Tidak dipungkiri, NPL gross perusahaan relatif tinggi beberapa tahun terakhir. Pada 2016, NPL gross mencapai 3,14 persen, dan edisi 2017 meningkat menjadi 4,60 persen. Hingga April tahun ini, NPL perseroan masih berada di kisaran 3,92 persen.

Lonjakan NPL mengakibatkan beban cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN). Tahun lalu, beban CKPN mencapai Rp 23,66 miliar, pada 2016 mencapai Rp 19,83 miliar. Pada semester pertama tahun ini, perusahaan akan memupuk CKPN Rp 8 miliar, lalu pada semester dua sebesar Rp 8 miliar. Dengan pengurangan CKPN dan pertumbuhan kredit ini, Bank Ina berharap tahun ini bisa mencatatkan laba sebesar Rp 26 miliar. (far)


TOPIK BERITA TERKAIT: #bank-ina #edy-kuntardjo 

Berita Terkait

IKLAN