Kamis, 22 November 2018 03:30 WIB
pmk

Internasional

Anwar Ibrahim: Saya Ingin Bebas Bicara

Redaktur:

BEBAS - Politisi Malaysia Anwar Ibrahim berbicara kepada media setelah mengunjungi mantan Presiden RI B.J. Habibie di Jakarta pada 20 Mei 2018. AFP PHOTO/GOH CHAI HIN

INDOPOS.CO.ID - Aktivitas Datuk Seri Anwar Ibrahim setelah bebas dari hukuman penjara tampak sibuk. Kemarin (20/5), politikus Malaysia itu berkunjung ke kediaman mantan Presiden Republik Indonesia Baharudin Jusuf Habibie.

Anwar mengaku sebenarnya tidak ada rencana untuk berkunjung ke luar negeri setelah dirinya bebas. Namun, BJ Habibie menghubunginya lalu menyampaikan adanya perbincangan mengenai peringatan reformasi ke 20.

"Saya sudah tahu mengenai reformasi (Indonesia) sejak kepemimpinan Presiden Soeharto namun lebih dekat dengan Pak Habibie," ungkapnya saat ditemui di kediaman BJ Habibie, Minggu (20/5).

Dia lantas mengenang kembali masa-masa reformasi perjuangannya. "Setelahnya saya dipecat dan slogan pertama yang saya keluarkan adalah re-for-ma-si," tekannya.

Sementara saat ini, tepatnya setelah Anwar bebas dari hukuman penjara, orang-orang justru menilai kedekatannya dengan Perdana Menteri (PM) terpilih, Mahathir Mohamad dianggap sebagai agenda politik saja. Sontak, Anwar membantah bahwa tudingan tersebut tidak benar. Menurutnya, hal itu bukan soal memenangkan pemilu, melainkan untuk menerjemahkan agenda secara spesifik Badan Kehakiman yang bebas dan adil.

Selain ingin merubah Badan Kehakiman Malaysia yang bebas dan adil, Anwar juga menginginkan media yang bebas dan program ekonomi yang mengurangi kesenjangan serta menghapus kemiskinan. "Saya mau bergerak sebagai Anwar anak dan rakyat malaysia yang bebas bicara," ungkapnya lugas saat ditemui di kediaman BJ Habibie, Minggu (20/5).

Sementara terkait penyelidikan Mantan PM Malaysia Najib Razak, Anwar mengaku telah mengambil sikap tegas dan berbicara dengan Mahathir Mohamad bahwa mereka akan ikut sesuai dengan jalur hukum. Pihaknya mengaku tidak akan menekan dan menghukum sebelum melakukan penyelidikan yang lengkap dan mengikuti jalur hukum.

"Jangan ulangi yang mereka lakukan. Ikut jalur hukum, saya bahkan menasehati Najib untuk mencari jaksa yang baik dan mempertahankan dirinya untuk ikut proses hukum," ucapnya tenang.

Anwar menjamin hakim akan bersifat bebas dan adil. Tidak seperti saat masa jabatan Najib. Dia lantas menirukan pernyataan Mahathir mengatakan bahwa hakim di masa pimpinan Najib telah rusak. Diketahui, Mahathir sebelumnya mengaku ingin menggunakan kuasanya untuk membebaskan Anwar dan membersihkan segala tuduhan yang ditujukan kepada Anwar selama ini. (trz/JPC)


TOPIK BERITA TERKAIT: #malaysia 

Berita Terkait

Susahnya Memburu Jho Low, Orang Paling Dicari di Malaysia

Internasional

Mahathir Minta Bantuan Tiongkok

Internasional

Malaysia Raih Gelar Hiburan di Piala AFF U 16

Indosport

Tas Istri Najib Tetap Layak Sita

Internasional

IKLAN