Rabu, 26 September 2018 08:16 WIB
pmk

Internasional

MACC Empat Jam Interogasi Najib Razak

Redaktur:

DICECAR - Mantan PM Najib Razak di antara kerumunan wartawan depan Gedung Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM) atau seperti KPK di Indonesia.

INDOPOS.CO.ID – Tidak ada waktu bersantai bagi Kabinet Malaysia Baru. Selasa (22/5), sehari setelah pelantikan Senin (21/5), jajaran menteri di bawah komando Perdana Menteri (PM) Mahathir Mohamad langsung masuk kerja. Putrajaya, kota pemerintahan Malaysia, pun kembali ramai.

Bersamaan dengan itu, di area yang sama, mantan PM Najib Razak pun sibuk. Bukan sibuk bekerja seperti Wakil PM Wan Azizah Wan Ismail dan menteri-menteri baru Mahathir. Najib sibuk menjawab pertanyaan Malaysia's Anti-Corruption Commission (MACC) alias Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM), setara KPK di Indonesia. Materinya soal skandal 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Dalam balutan jas biru, Najib terlihat santai saat meninggalkan gedung SPRM di kawasan Lebuh Wawasan, Putrajaya, tersebut. Politikus 64 tahun itu bahkan tersenyum ke arah kamera media.”Saya akan kembali lagi Kamis (24/5),’’ kata suami Rosmah Mansor tersebut sebagaimana dilansir Associated Press. Setelah itu, dia meninggalkan kerumunan wartawan dan masuk ke dalam mobil yang sudah menantinya.

Najib menjalani interogasi selama sekitar empat jam. Fokus SPRM adalah aliran dana USD 10,6 juta atau sekitar Rp 149,7 miliar yang masuk ke rekening pribadi Najib. Jika dilacak, dana tersebut berasal dari 1MDB. Tapi, dalam berbagai keterangan media saat kali pertama skandal itu tersiar pada 2015, Najib membantah semua tuduhan. Dia lantas menyatakan bahwa dana tersebut diperolehnya dari miliarder di Arab Saudi.

Setelah Najib meninggalkan markas SPRM, giliran Mohd Shukri Abdull yang disorot media. Pria yang pernah menjadi wakil ketua SPRM pada era Najib itu didapuk menjadi ketua SPRM oleh Mahathir. Dia resmi bergabung lagi dengan lembaga independen yang pernah terpaksa ditinggalkannya pada 2015 tersebut sejak 17 Mei lalu. Di bawah kendalinya, skandal megakorupsi 1MDB menjadi prioritas SPRM.

’’Tujuan pemanggilan beliau (Najib, Red) hari ini adalah mengumpulkan keterangan. Bukan untuk menangkapnya,’’ kata Shukri dalam jumpa pers sebagaimana dikutip Reuters kemarin. Jika keterangan Najib belum cukup, lembaga itu akan memanggil kembali sang mantan ketua umum Partai UMNO tersebut.

Saat masih menjabat PM, Najib sebenarnya pernah menjalani interogasi serupa. Namun, ketika itu dia lolos dari jerat hukum. Sebab, menurut pejabat berwenang, kesaksian Najib benar. Uang yang mengalir ke tiga rekening pribadinya dan diduga kuat sebagai dana 1MDB tersebut memang dia dapatkan dari Saudi. Shukri pun sempat bertolak ke Riyadh dan mengonfirmasikan keterangan Najib itu.

Pulang dari Saudi, Shukri melaporkan bahwa pihak yang ditemuinya di Saudi membenarkan keterangan Najib. Sayang, sumber tersebut tidak bisa membuktikan bahwa aliran dana yang mengendap di rekening Najib itu benar-benar berasal darinya. Sebab, ada jejak 1MDB dalam aliran dana yang jumlahnya tidak sedikit tersebut. Keterangan Shukri itu lantas menjadi bumerang baginya.

Setelah keterangan penting yang disebarluaskan media dan membuat kecurigaan publik terhadap Najib serta kroni-kroninya kian besar, Shukri panen ancaman. Hampir tiap hari dia mendapatkan ancaman kematian. ’’Bahkan, saya pernah dikirimi surat yang isinya peluru,’’ ungkapnya dalam wawancara dengan The Guardian. Ancaman dan intimidasi tersebut membuat Shukri takut. Dia lantas mengundurkan diri dari SPRM.

Tapi, kini, setelah Najib lengser, Mahathir mempercayakan SPRM kepada Shukri. Ketua sebelumnya, Dzulkifli Ahmad, mengundurkan diri pada 14 Mei lalu. Selain Ahmad, Mahathir menyingkirkan kroni Najib yang lain dari investigasi 1MDB. Yakni, Jaksa Agung Mohamed Apandi Ali. Tokoh 68 tahun yang membantu Najib dalam penyelidikan 1MDB itu dinonaktifkan per 15 Mei dan dicekal ke luar negeri.

’’Pemerintahan Najib sudah banyak melakukan penipuan untuk menutupi skandal ini. Akibatnya, investigasi 1MDB dibelokkan dan parlemen tidak pernah diberi keterangan yang benar,’’ kata Menteri Keuangan Lim Guan Eng kemarin. Sebagai menteri keuangan yang baru, dia pun berharap rezim Mahathir bisa menegakkan hukum dan keadilan serta membongkar skandal yang sangat merugikan Malaysia tersebut. (hep/c22/dos)


TOPIK BERITA TERKAIT: #najib-razak #malaysia 

Berita Terkait

Najib Razak Hadapi 21 Tuduhan

Internasional

Mahathir Minta Bantuan Tiongkok

Internasional

Malaysia Raih Gelar Hiburan di Piala AFF U 16

Indosport

Najib Dapat Satu Dakwaan Lagi

Internasional

Tas Istri Najib Tetap Layak Sita

Internasional

IKLAN