Selasa, 25 September 2018 06:15 WIB
pmk

Jakarta Raya

Korban Kebakaran Menderita di Pengungsian

Redaktur:

SEDIH - Warga korban kebakaran di RT 09 RW 03, Kelurahan Cipinang Muara, Jakarta Timur, tengah mengantre bantuan handuk di tenda pengungsian, Selasa (22/5). NASUHA/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - WARGA korban kebakaran di RT 09 RW 03, Kelurahan Cipinang Muara, Jakarta Timur, kini harus menempati tenda pengungsian milik dinas sosial. Dari pantauan di lokasi warga menempati dua tenda di jalan inspeksi Kanal Banjir Timur (KBT). Sore hari, mereka harus mengantre untuk mendapatkan handuk dan keperluan mandi seperti sikat gigi, sabun dan lainnya.

Tidak hanya itu, beberapa keperluan diberikan seperti pakaian bekas dan keperluan bayi seperti minyak kayu putih. Dari data yang diperoleh di posko pengungsian, jumlah korban sebanyak 60 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah jiwa sebanyak 174 jiwa. Dengan rincian dewasa perempuan 42 jiwa, laki-laki 89 jiwa, balita perempuan 7 jiwa dan balita laki-laki 8 jiwa.

Kerugian material dalam kebakaran yang terjadi di Jalan Basuki Rahmat tersebut di antaranya 9 rumah milik warga dan 35 rumah kontrakan. Hingga Selasa (22/5) sore bantuan terus berdatangan ke posko pengungsian dari ormas hingga Partai Politik (Parpol).

"Kalau bantuan cukup, baik itu makanan, pakaian bekas sampai keperluan pribadi. Tapi kami tetap menderita karena membayangkan tidak memiliki tempat tinggal lagi," ujar Rohati (43), salah seorang warga korban kebakaran ditemui INDOPOS di tenda pengungsian di Jalan Inspeksi KBT Cipinang Muara, Jakarta Timur, Selasa (22/5).

Semalam di tenda pengungsian, Rohati mengaku tidak nyaman. Hal ini karena tidak terbiasa. " Panas, semalam enggak bisa tidur. Pinginnya sih cepet-cepet membangun kembali tempat tinggal kami. Enggak betah di tenda pengungsian," ungkap Rohati.

Rohati berharap, pemerintah memberikan bantuan untuk pembangunan kembali rumahnya. Pasalnya saat peristiwa kebakaran tidak ada harta benda yang bisa diselamatkan.

" Habis semua. Enggak ada yang sisa. Api cepat banget datang. Pas bangun tidur jam 12.00 WIB, api sudah di atas rumah," beber perempuan yang tinggal di tenda pengungsian bersama kedua anaknya.

Hal yang sama diungkapkan Wasilah (37). Warga dari RT 09 RW 03 tersebut mengaku tidak betah tinggal di tenda pengungsian. Ia mengaku, ingin cepat-cepat mendapatkan rumah kontrakan.

" Kalau bantuan sih cukup. Tapi enggak betah, apalagi kandungan sudah waktunya persalinan," ujarnya.

Wasilah mengaku, mendapatkan layanan kesehatan sejak tinggal di tenda pengungsian. Menurut Wasilah, saat kebakaran tidak sempat menyelamatkan harta benda miliknya.

" Cuma motor yang bisa diselamatkan suami, semua ludes terbakar. Saat kebakaran saya sempat dievakuasi warga karena pingsan," katanya.

Menanggapi hal itu, Lurah Cipinang Muara Angga Sastra mengatakan, akan menampung dan menyalurkan semua bantuan sosial untuk korban kebakaran. Menurut dia, warga korban kebakaran akan menempati tenda pengungsian hingga tiga hari ke depan.

" Kemungkinan bisa kami perpanjang sampai 7 hari ke depan. Maka kami menghimbau kepada warga untuk segera mencari rumah kontrakan atau tinggal bersama saudaranya," katanya.

Ia menuturkan, hingga saat ini bantuan yang belum terpenuhi berupa pakaian dalam untuk perempuan dan laki-laki. Sementara untuk kebutuhan lainnya sudah cukup tercover.

Sebelumnya, Kasi Pengawas Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Jakarta Timur, Gatot Sulaiman mengatakan, kebakaran di jalan Basura RT.09 RW.03 Kelurahan Cipinang Muara terjadi pada Senin (21/5) lalu, pukul 11.00 WIB. Untuk memadamkan, menurut Gatot pihaknya menerjunkan 13 mobil pemadam kebakaran.

" Kita belum mengetahui penyebab kebakaran. Dari informasi warga dugaan sementara kebakaran disebabkan karena gas," katanya.

Mendampingi Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham meninjau korban kebakaran di Jalan Inspeksi KBT Cipinang Muara, Jakarta Timur Dinas Sosial DKI Jakarta Masrokhan mengaku, persediaan bantuan untuk korban kebakaran cukup.

Anggota DPRD DKI Jakarta Steven Setiabudi Musa, meminta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB), dapat bekerja lebih serius dalam mencegah terjadinya kebakaran. Bukan hanya bertindak ketika sudah terjadi kebakaran, namun juga melakukan upaya prepentif guna meminimalisir kebakaran. “Berikan juga edukasi untuk mencegah kebakaran kepada masyarakat. Sosialisasikan cara-cara menghindari bencana kebakaran, memantau sambungan listrik yang dilakukan sembarangan dan kerap memicu kebakaran,” tandasnya. (nas)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kebakaran 

Berita Terkait

Api Membara di Gunung Wilis

Nusantara

Kantin Trans Mart Cilandak KKO Terbakar

Jakarta Raya

35 Tewas gara-gara Penasaran

Internasional

Penyebab Kebakaran Museum Kuno Brasil Terungkap

Internasional

Museum Kuno Hangus Terbakar

Internasional

IKLAN