PA 212 Pesimistis Ngabalin Bisa Hentikan Kriminalisasi Ulama

INDOPOS.CO.ID – Juru bicara Persaudaraan Alumni 212 Habib Novel Bamukmin mengaku pesimis, kehadiran Ali Mochtar Ngabalin sebagai staf khusus Presiden Joko Widodo bisa menghentikan segala bentuk kriminalisasi terhadap ulama dan ormas Islam

“Saya tidak yakin dia bisa membela kepentingan umat Islam, khususnya hentikan kriminalisasi terhadap ulama dan aktivis yang kerap mengkritik kebijakan Jokowi,” kata Habib Novel kepada INDOPOS di Jakarta, Rabu (23/5).

Baca Juga :

Kata Jokowi, Penanganan COVID-19 Cukup Baik

Dia menganggap Ngabalin bukan seorang mubaligh sebagaimana yang diberitakan oleh sejumlah media. “Kami tidak menganggap dia seorang Dai. Dia bagi kami hanya seseorang yang sedang merendahkan harga dirinya kepada pemerintahan yang tidak berpihak kepada ulama,” cetusnya.

Bahkan, dengan penunjukan Ngabalin sebagai stafsus, kata Habib Novel, hal itu telah membuka sikap asli Ngabalin yang ternyata pro pemerintah, bukan kepada ulama.

Baca Juga :

“Beberapa waktu lalu, Ngabalin pernah menawarkan diri ingin bergabung dalam kepengurusan Presidium Alumni 212. Lalu dia termasuk yang tidak setuju berubah nama menjadi Persaudaraan Alumni 212. Dan bersyukur, ternyata para ulama di Persaudaraan melihat ada gelagat buruk dari sosok Ngabalin. Maka, dengan menjadi stafsus presiden, ‘belang’-nya makin kelihatan,” cetusnya menambahkan.

Ngabalin sendiri bersama lima penjabat eselon I lain telah bertemu dengan Jokowi di Istana Negara, Selasa (22/5). 

Baca Juga :

“Kami keenam pejabat eselon I yang terdiri dari staf khusus Presiden dan Staf Kantor Kepresidenan di lingkungan Istana telah di terima secara resmi oleh bapak Presiden,” ungkap Ngabalin dalam keterangan tertulisnya. 

Bertugas di istana, Politisi Partai Golkar yang juga mubaligh ini, berada di bidang komunikasi politik, tepatnya di bawah koordinasi Deputi IV KSP,  Eko Sulistyo. (dil)

Komentar telah ditutup.