Selasa, 20 November 2018 11:05 WIB
pmk

Nasional

Dahsyat, Senin, Menag Satu Panggung dengan UBN

Redaktur: Nurhayat

INDOPOS.CO.ID – Apa jadinya jika mubaligh yang tidak masuk dalam daftar 200 mubaligh versi Kementerian Agama (Kemenag), bertemu dalam satu panggung dengan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin? Ya, Senin (28/5) nanti, Ustadz Bachtiar Nasir bakal bertemu dengan Menag, dalam diskusi garapan Badan Koordinasi Mubaligh se-Indonesia (Bakomubin).

Tak hanya itu, ada nara sumber top lainnya, yakni Prof Dr KH Nasaruddin Umar MA, Imam Besar Masjid Istiqlal. Kemudian, pengurus Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Dr Adian Husaini, pengamat Dr Irman Sidin, dan Prof Effendi Gajali PhD sebagai penanggap utama.

“Rencananya kita gelar acara ini Jumat (25/5) hari ini. Tapi karena ada acara juga di Masjid Cut Meutia, maka kami harus menggeser acara ke Senin (28/5),” kata Ketua Umum PP Bakomubin, Dr Ali Mochtar Ngabalin MA, kepada INDOPOS, Jumat (25/5).

Dikatakan, Bakomubin menilai hal yang lebih luas dalam soal terbitnya daftar 200 mubaligh oleh Kemenang. Tak sekadar bahwa Pemerintah ingin menyajikan data mubaligh untuk mempermudah kegiatan dakwah. Begitu juga dari sisi umat dan mubaligh, Bakomubin melihat, ini bukan soal legitimasi pemerintah atau umat.

“Kita melihat lebih luas ke depan, agar tidak terjadi lagi persoalan-persoalan semacam ini. Kita ingin negeri ini damai, adem. Kita perlu mendengar pendapat para ahli,” kata Ali Mochtar Ngabalin.

Acara bertajuk Pro Kontra Mubaligh Indonesia di Tahun Hukum ini, akan digelar di Aula Masjid Cut Meutia, Senin (28/5) pukul 15.30 WIB.

“Alhamdulillah, semua nara sumber sudah menyatakan siap hadir,” tegas Ngabalin.

Seperti diketahui, terbitnya 200 daftar mubaligh oleh Kemenag dinilai kontroversial. Kemenag diminta untuk tidak terlalu jauh mencampuri urusan beragama. Terakhir, Menag menyatakan menyerahkan persoalan ini ke MUI.

Kini, Kemenag menyerahkan sepenuhnya perekomendasian nama-nama mubalig ke MUI dan ormas yang berada di bawahnya.

"Jadi sepenuhnya nanti ke depan seperti apa, itu tentang berpulang kepada seluruh ormas-ormas Islam di bawah naungan MUI untuk menyikapi itu," ujar Menang Lukman di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (24/5).

Lukman mengatakan, bagi masyarakat yang ingin meminta rekomendasi penceramah, bisa langsung ke MUI. Namun, jika ada yang meminta ke Kemenag, dia tak akan menolak.

Meski demikian, Lukman menyatakan permintaan rekomendasi itu pasti akan diteruskan ke MUI.

"Tentu Kemenag tidak boleh untuk tidak melayani permintaan masyarakat. Oleh karenanya, tentu terkait hal ini kami di Kemenag akan terus koordinasi dengan ormas-ormas Islam, dengan MUI, untuk bagaimana memenuhi permintaan yang datang dari masyarakat itu," sebut Lukman. (esa)


TOPIK BERITA TERKAIT: #menag-lukman-hakim-saifuddin #ustadz-bachtiar-nasir 

Berita Terkait

IKLAN