Minggu, 18 November 2018 07:03 WIB
pmk

Internasional

Narapidana Muslim di Alaska Hanya Diberi Daging Babi

Redaktur:

Ilustrasi.

INDOPOS.CO.ID - Hakim Federal memberi perintah dan memaksa penjaga penjara di Alaska berhenti memberi makan daging babi kepada tahanan Muslim. Pasalnya, tahanan Muslim di penjara tersebut mendapat makan daging babi. Bahkan daging babi menjadi makanan utama bagi para narapidana selama bulan puasa.

Dilansir dari AFP, The Council on American-Islamic Relations atau Dewan Persatuan Amerika-Islam (CAIR) mengajukan gugatan pada Selasa (23/5). Mereka mengklaim bahwa Anchorage Correctional Complex melanggar larangan konstitusional. Mereka juga mengatakan bahwa hukuman tersebut adalah kejam dan tidak biasa.

CAIR menyatakan bahwa Pengadilan Distrik AS untuk Alaska telah mengabulkan permintaan mereka untuk menyediakan makanan yang sehat dan sesuai pedoman.

"CAIR telah melaporkan hal yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, menargetkan Muslim Amerika dan anggota kelompok minoritas lainnya sejak pemilihan Donald Trump sebagai presiden," kata organisasi yang berbasis di Washington, CAIR dalam sebuah pernyataan mereka.

Muslim di Anchorage berpuasa selama 18 jam sehari. Kalori yang diberikan maksimal hanyalah 1.100 per hari, padahal kalori yang direkomendasikan adalah 2.500.

Apalagi, paket yang diberikan untuk narapidana adalah makanan yang mengandung daging babi. Padahal daging babi dilarang oleh Islam, sehingga nilai gizi makanan tidak mencukupi.

CAIR mengatakan, perlakuan itu bertentangan dengan undang-undang tentang beragama dan melanggar hak amandemen pertama dan 14 untuk perlindungan yang sama dan kebebasan beragama secara bebas. Namun, pihak Alaska tidak memberikan komentar hingga saat ini. (ce1/iml/JPC)


TOPIK BERITA TERKAIT: #narapidana-muslim #internasional 

Berita Terkait

Jutawan Cantik Inggris Cari Pria Setia

Internasional

Stan Lee, Tutup Usia

Indotainment

Stan Lee, Tutup Usia

Indotainment

Pangeran MBS Luncurkan Proyek Nuklir Pertama

Internasional

Indonesia-Arab Saudi Berupaya Tekan Pengangguran

Headline

IKLAN