Selasa, 25 September 2018 06:52 WIB
pmk

Kesehatan

Jangan Takut Makan Cabai Selama Ramadhan

Redaktur: Redjo Prahananda

INDOPOS.CO.ID – Para pecinta makanan pedas jangan risau untuk mengkonsumsi cabai atau sambal selama puasa Ramadhan.

Dekan Fakultas Kedokteran UI Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, turut membenarkan pandangan itu.

Menurut Ari, banyak sekali anjuran sehat di tengah masyarakat seputar makanan dan minuman sehat selama puasa. Salah satu anjuran untuk para penggemar cabai atau sambal mengurangi makan pedas saat sahur atau berbuka.

“Sambal atau cabai memang sudah menjadi bahan makanan tidak terpisahkan buat sebagian masyarakat Indonesia. Saat Ramadhan pada berbagai kesempatan ada saja anjuran untuk mengurangi pedas-pedas terutama saat sahur,” ujar dia kepada redaksi, Minggu (27/5).

Ari sekaligus penulis artikel ilmiah ini menjelaskan, mengurangi bukan masalah, tapi jangan sampai tidak mengonsumsi sama sekali, karena rasa pedas dari cabai sudah menjadi suatu syarat untuk makanan .

“Cabe sendiri kaya akan zat gizi. Cabai mengandung serat, vitamin khususnya vitamin C, vitamin A, mineral dan antioksidan Selain itu cabai juga mengandung capsaisin,” kata penulis kelahiran Jakarta, 19 Juni 1966 itu.

Ari menilai, capsaisin ini membuat rasa pedas pada cabai tersebut. Manfaat capsaisin sendiri dapat meningkatkan nafsu makan, merangsang buang air besar, serta karena bersifat analgetik membantu mengurangi sakit kepala. “Cabai juga bisa meningkatkan metabolisme tubuh sehingga proses pembakaran kalori lebih baik,” beber dia.

Cabai juga akan membantu buang air besar yang terkadang sulit dilakukan saat berpuasa, karena aktivitas gerak dan relatif kurang minum. Selain itu, komponen cabe banyak mengandung vitamin dan mineral, sangat berguna bagi tubuh selama puasa.

Pada awal-awal puasa memang masa-masa berat. Harus bangun dini hari, kurang tidur dan tetap beraktivitas. Rasa pegal dan linu akan muncul di awal-awal perubahan pola tidur dan aktivitas sehari-hari.

“Kadang kala rasa pegal dan sakit kepala  timbul juga akan berkurang setelah mengonsumsi cabai,” ungkap dokter sekaligus peneliti ini.

Karena memang capsaicin yang ada di dalam kandungan cabai dapat bekerja sebagai analgetik. Sehingga, kadang kala mendengar dalam perbincangan sehari-hari, seseorang sedang sakit kepala merasa lebih nyaman setelah makan pedas-pedas.

“Namun, tentu konsumsi cabai tidak boleh berlebihan dan tidak bisa dikonsumsi kalau pencernaan kita sedang bermasalah. Konsumsi cabai yang berlebihan tentu akan mencetuskan kambuhnya sakit maag,” tambah dia.

Pada sebagian orang akan merangsang diare. Pada pasien memang mempunyai penyakit ambeien, konsumsi cabai menimbulkan sensasi panas pada dubur bahkan bisa merangsang  pendarahan.

“Sehingga dapat cabai mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan tetapi juga harus hati-hati dikonsumsi pada pasien dengan gangguan pencernaan,” tutup dia. (mar)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kesehatan #ramadhan 

Berita Terkait

Lawan Stigma dengan Lari Marathon

Lifestyle

Sunglasses Tangkal Katarak Dini

Kesehatan

Seksi Sixpack Tanpa Sit Up

Kesehatan

Ketua MUI : Vaksin MR Wajib

Nasional

Lasik, Tindakan Cepat Persiapan Lama

Kesehatan

IKLAN