Rabu, 26 September 2018 07:56 WIB
pmk

Liga Champions

Reaksi Liverpool setelah Blunder Karius di Liga Champions

Redaktur:

Loris Karius. Foto: Getty Images

INDOPOS.CO.ID – Malam memalukan di Kiev, Minggu dini hari kemarin WIB (27/5) sudah cukup jadi momen pengingat bagi Liverpool dan Juergen Klopp. Musim depan, keluarkan banyak uang agar dapat memboyong salah satu kiper terbaik di Eropa, salah satunya Alisson Becker, portiere AS Roma yang sudah lama dikaitkan dengan posisi nomor satu The Reds.

Dua gol Real Madrid didapat dari blunder konyol kiper nomor satunya, Loris Karius. Di balik gol pertama Karim Benzema pada menit ke-50 misalnya. Dia cuma perlu menebak jitu ke mana arah lemparan bola Karius. Di gol kedua, Karius menahan tembakan keras Gareth Bale di menit ke-83 dengan bagian tangan terlemahnya.

GBP 87 juta (Rp 1,62 triliun), itu yang harus dibayarkan The Reds kepada Roma agar di musim depan punya opsi kiper bagus. ''Mereka bakal kesulitan mendatangkan kiper berkualitas musim depan,'' ucap Paul Scholes, mantan pemain Manchester United yang kini jadi pundit BT Sport.

Alisson bukan satu-satunya opsi kiper bagus yang dapat diburu Liverpool. Ada Gianluigi Buffon, mantan kiper Juventus. Dia masih belum terikat kontrak dengan klub mana pun. Meski, dia sudah dikaitkan dengan Paris Saint-Germain (PSG). Masih dari Italia, ada opsi dari penjaga gawang AC Milan, Gianluigi Donnarumma.

Tapi, itu pun Liverpool harus membayar sekitar GBP 60 juta (Rp 1,12 triliun). Walaupun sudah melakukan blunder terkonyol sepanjang histori Liga Champions, Karius tidak dikambinghitamkan rekan setimnya. Begitu pula dengan pelatih Liverpool, Juergen Klopp. ''Kekalahan ini kekalahan kami semua,'' sebut Jordan Henderson, kapten Liverpool, kepada Liverpool Echo.

Karius jadi kiper Jerman kedua yang menguntungkan Los Blancos pada Liga Champions musim ini. Di semifinal, kiper Bayern Muenchen Sven Ulreich pun juga melakukan blunder.

Yang jelas, final Liga Champions kemarin dini hari memang menjadi milik Real Madrid. Namun, justru fans Liverpool yang bersuara lebih lantang. Bahkan, mereka terlihat memenuhi stadion terlebih dahulu daripada Madridistas. Jumlah mereka bahkan hampir ¾ stadion NSC Olimpiyskiy. Beberapa chants The Red seperti Allez Allez Allez, Shankly’s Gate, Mo Salah Running Down The Wing, dan You’ll Never Walk Alone bergema di tribun utara. Sedangkan Madridistas yang ada di tribun selatan terkesan lebih tenang. ’’Atmoser yang luar biasa. Kami selalu tampilkan hal seperti ini di tiap laga Liverpool yang membuat serasa tampil di Anfield,’’ kata Tahir Karabas, fans Liverpool asal Turki.

Opening ceremony final dibuka dengan legenda sepak bola Ukraina Andriy Shevchenko yang meletakkan trofi ke tempat yang sudah tersedia di pinggir. Eks striker Dynamo Kyiv, AC Milan, dan Chelsea itu memang ditunjuk UEFA sebagai ambassador final di Kiev musim ini. Dia juga ambil bagian tampil di Ultimate Champions Tournament bersama legenda sepak bola dunia lainnya (25/5) dalam bagian Champions Festival.  ’’Ini menjadi kehormatan besar bagi Ukraina dan Kiev (sebagai host final Liga Champions, Red). Laga final selalu membawa saya ke memori yang ada di dalamnya,’’ ucap Sheva mengenai dua final Liga Champions yang dimainkannya saat bersama Milan untuk edisi 2003 dan 2005.

Bisingnya dukungan fans The Reds sedikit bisa meminimalkan suhu yang cukup dingin di Kiev. Kemarin, suhu sebelum laga berlangsung adalah 19 derajat celcius. Tentu saja, semakin dingin saat pertandingan dimulai.  Namun, kehadiran Dua Lipa di opening ceremony final kemarin menghangatkan suasana. Dengan menggunakan one piece dress berwarna perak, penyanyi 22 tahun itu tampil sekitar 10 menit dan membawakan beberapa hits-nya seprti IDGAF dan New Rules. Lipa adalah artis dengan penghargaan platinum di 18 negara dan menjadi penyanyi perempuan termuda yang mencapai 1 miliar viewers di YouTube.

Penyanyi berkebangsaan Inggris itu tampil di atas lapangan stadion yang sudah diberi pelapis seukuran lapangan yang bercorak khas Liga Champions. Tidak lupa kehadiran ratusan kembang api dan permainan cahaya kualitas tinggi kian semarakkan suasana final kemarin.  ’’Ini (tampil di opening ceremony final, Red) bisa jadi kesempatan sekali seumur hidup saya. Saya sangat merasa terhormat saat diminta UEFA untuk itu,’’ ucap Lipa. (io)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #liverpool #liga-champions 

Berita Terkait

Morata Bisa Ikuti Idolanya

Liga Champions

Penggoda Hati Sarri

Liga Champions

Jamu Roma, Madrid Tunggu Teka-teki Lopetegui

Liga Champions

Prediksi Liverpool vs PSG: Reuni Panas Mantan Dortmund

Liga Champions

IKLAN