Rabu, 19 September 2018 06:40 WIB
pmk

Jakarta Raya

Warga Keluhkan Air Tercemar

Redaktur:

BERSATU - Warga RW 05 Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, menggelar unjuk rasa untuk menuntut diberikan akses air bersih. Selama ini warga menderita, karena kualitas air di wilayahnya buruk dan tercemar. JOESVICAR IQBAL/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID – Bertempat tinggal di dekat kawasan elit Pusat Pengelola Komplek Kemayoran (PPKK), tidak menjamin ketersediaan air bersih bagi warga RW 05 Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat. Kualitas air tanah di permukiman tersebut sangat buruk, dan tercemar.

Keluhan itu disampaikan salah seorang perwakilan warga RW 05 Kebon Kosong, Yusdi Nuriandi. Dirinya bersama warga menuntut agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, melalui PD PAM Jaya segera mengalirkan air bersih ke permukiman mereka.

Selain itu, Yusdi berharap agar Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Uno, dapat menyelesaikan sengketa warga soal pengelolaan dana hibah dari salah satu perusahaan yang diberikan kepada warga. Sebab, bantuan sosial yang senyatanya digunakan sebagai Uang Jaminan Langganan (UJL) sambungan air PAM tak kunjung diterima.

"Air bersih belum dialirin sampai sekarang. Kami sebagai warga curiga dan mempertanyakan bantuan itu," ujar Yusdi, ditemui di Sekretariat RW 05 Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (27/5).

Dugaan tersebut dibuktikannya lewat terbitnya Surat Izin Penyambungan Pipa Air Bersih PDAM bernomor B-642/Kemensetneg/PPKK/Dirut/04/2018 yang diserahkan Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran (PPKK) beberapa waktu lalu.

Dalam surat yang ditandatangani Direktur Utama PPKK, Dwi Nugroho itu terdapat tujuh poin yang di antaranya menyetujui penyambungan jaringan air bersih di RT 11 sampai dengan RT 15 RW 05 Kebun Kosong dengan syarat UJL sebesar Rp 57.037.157 dibebankan kepada warga.

"Warga terima (persyaratan) karena UJL itu kan didapat dari hibah PT Multikon. Warga sudah beberapa kali ajuin keluhan, kita diskusi bareng sama Forsaga, tapi nggak ada jalan keluar," ungkap Atje, Ketua RW 05 Kebon Kosong.

Karena itu, dirinya tidak dapat menahan keputusan warga untuk melaporkan kasus itu ke Polda Metro Jaya pada tanggal 4 Januari 2018 lalu. Lewat Laporan Polisi Nomor laporan LP/47/1/2018/PMJ/Dit Reskrimum, warga melaporkan terkait dugaan penipuan dan penggelapan dana sosial.

"Warga juga beberapa kali demo di kantor PPKK sama di Monas (Monumen Nasional), tujuannya supaya air cepat dialirkan," ungkapnya serasa menunjukan surat Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 183/PMK.05/2014.

Dihubungi terpisah, Camat Kemayoran, Heri Purnama menyayangkan adanya kasus tersebut. Dirinya akan meninjau langsung, sebab seperti diketahui kawasan permukiman padat penduduk itu tidak memiliki akses air bersih selama lebih dari 38 tahun.

"Kita lihat dulu perkaranya, soal pembangunan sudah dilakukan, pipa jaringan air bersih sudah masuk sampai ke rumah warga, pipa distribusi lainnya juga sedang dilaksanakan," ujarnya saat dihubungi. (ibl)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #demonstrasi #air-bersih 

Berita Terkait

Rupiah Anjlok, Mahasiswa Gelar Demo

Ekonomi

Rusia Tolak Kebijakan Pensiun

Internasional

Ribuan Mahasiswa Tuntut Jokowi Diturunkan

Nasional

Desak Bebaskan Dua Wartawan, Warga Rohingya Ikut Demo

Internasional

Pertanyakan Kasus e-KTP, Jari 98 Sambangi Kejagung RI

Nasional

IKLAN