Rabu, 19 September 2018 02:40 WIB
pmk

Internasional

Warga Malaysia Patungan Bayar Hutang Negara

Redaktur:

GALANG DANA - Nik Shazarina Bakti (tengah) inisiator pengumpulan dana untuk bantu pemerintah bayar utang. Net

INDOPOS.CO.ID - Nik Shazarina Bakti tak mau berpangku tangan. Saat mengetahui hutang Malaysia mencapai MYR 1 triliun atau Rp 3,5 kuadriliun, hatinya tergerak.

Pegawai bagian hukum di organisasi Sisters in Islam (SIS) itu langsung membuat halaman di GoGetFunding. Tujuannya satu, menggalang dana untuk membantu pemerintah membayar hutang negara.

Target dana yang ingin digalang Nik tak banyak. Hanya USD 100 ribu atau setara dengan Rp 1,4 miliar. Sejauh ini sudah ada 92 orang yang mendukung penggalangan dana tersebut dan mengumpulkan uang sebesar USD 3.633 atau Rp 51,3 juta.

Salah satu pendukung halaman penggalangan dana itu adalah Datin Paduka Marina Mahathir, putri PM Mahathir Mohamad. Di akun Facebooknya, Marina menulis bahwa dia bangga dengan usaha Nik.

Marina menerima banyak pesan untuk melakukan sesuatu demi mengurangi hutang negara tapi dia merasa tak pantas karena statusnya sebagai anak PM.

''Anak muda ini memiliki inisiatif sendiri untuk melakukan sesuatu dengan mengumpulkan dana demi menyelamatkan Malaysia,'' tulis Marina. Dia berharap agar lebih banyak orang mendukung Nik.

Judul yang dipilih Nik untuk halaman penggalangan dana itu cukup eye catching. Yaitu Please Help Malaysia alias Tolong Bantu Malaysia. Perempuan 27 tahun itu berusaha mengobarkan semangat saling membantu dengan mengingatkan kembali tentang sejarah era perjuangan kemerdekaan Malaysia.

Yaitu ketika penduduk membantu menyumbang dengan menyerahkan perhiasan, uang dan barang-barang berharganya agar pemerintahan PM Tunku Abdul Rahman bisa mengumpulkan cukup uang. Saat itu dana yang terkumpul akan dipakai untuk pergi ke London, Inggris dan mengklaim kemerdekaan Malaysia.

''Ayo lakukan sekali lagi! Kali ini, kita yang melakukannya! Kita bisa katakan pada anak cucu kita bahwa kita semua ambil bagian dalam menyelamatkan negaraku Malaysia,'' tulis Nik seperti dikutip The Strait Times.

Penggalangan dana itu bakal berakhir pada 31 Juli mendatang. Nantinya, uang tersebut akan diserahkan ke pemerintah. Dia akan melakukannya secara transparan. Nik memastikan bahwa uang tersebut tidak akan masuk ke kantong pribadinya sepeserpun. (sha/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #malaysia #ekonomi 

Berita Terkait

IKLAN