Sabtu, 17 November 2018 06:24 WIB
pmk

Ekonomi

Triwulan I, Pertamina Tuntaskan Pengeboran Enam Sumur Eksplorasi

Redaktur: Redjo Prahananda

Direktur Hulu PT Pertamina (Persero) Syamsu Alam.

INDOPOS.CO.ID - PT Pertamina (Persero) aktif melakukan kegiatan eksplorasi migas. Aktivitas tersebut terlihat dari program prioritas sektor hulu. 

Pertamina melakukan pengeboran eksplorasi 27 sumur dengan target menemukan sumberdaya (2C) sebesar 556 juta barel setara minyak (MMBOE).

Direktur Hulu Pertamina, Syamsu Alam mengatakan, Pertamina tetap agresif mengembangan sektor hulu termasuk menambah cadangan dan produksi migas.

Sampai Triwulan 1, melalui 3 anak perusahaan di sektor hulu, PEP, PHE dan PGE, Pertamina telah melaksanakan pengeboran di 6 sumur. Temuan 2C sebesar 40 MMBOE dari Sumur Merakes-2, merupakan kerjasama PHE dan KKKS lain. 

"Kinerja hulu Pertamina awal tahun ini cukup menggembirakan, cadangan migas terus meningkat,” kata Syamsu pada acara buka puasa bersama media di Jakarta, Senin (28/5).

Anak perusahaan, Pertamina Eksplorasi Produksi (PEP), lanjut Syamsu telah menyelesaikan survei Seismic 2D sepanjang 3 km dan Survei Seismic 3D sepanjangan 282 km persegi. Sementara Pertamina Hulu Energi (PHE) menemukan sumber daya 2C sebesar 40 MMBOE.

Eksplorasi migas Pertamina pada 2017 mencatat temuan cadangan migas baru di struktur Parang-1. Eksplorasi ini bagian dari Blok Nunukan, Kalimantan Utara, terletak di perbatasan Indonesia-Malaysia.

Struktur tersebut memiliki potensi produksi migas sebesar 569 MMBOE, masing-masing minyak sebesar 374 MMBO dan Gas sebesar 1136 BCF. "Kami patut bersyukur, karena temuan Parang, salah satu dari 10 besar temuan migas 2017 di Asia-Pasifik," lanjut Syamsu.

Pemegang hak partisipasi di blok Nunukan terdiri dari PHE sebesar 64,5 persen, selebihnya BPRL Ventures Ind BV sebesar 12,5 persen, dan Videocon Indonesia Nunukan Inc sebesar 23 persen. (dai)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pertamina 

Berita Terkait

Motor Listrik Nasional Mulai Diproduksi 2019

Ekonomi

Diprediksi Pertamina Defisit Rp 40 Triliun

Nasional

Subsidi BBM-Elpiji Membengkak

Nasional

IKLAN